Tidak Ditemukan Kebun Kurma Milik Jamaah Islamiyah di Tanggamus Lampung Seperti Disebutkan Densus 88 | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 13 November 2021

Tidak Ditemukan Kebun Kurma Milik Jamaah Islamiyah di Tanggamus Lampung Seperti Disebutkan Densus 88

Tidak Ditemukan Kebun Kurma Milik Jamaah Islamiyah di Tanggamus Lampung Seperti Disebutkan Densus 88

Tidak Ditemukan Kebun Kurma Milik Jamaah Islamiyah di Tanggamus Lampung Seperti Disebutkan Densus 88

DEMOCRAZY.ID - Informasi kebun kurma di Pekon Gunung Megang, Kecamatan Pulau Panggung, Tanggamus, Lampung untuk pendanaan jaringan teroris sampai saat ini belum ditemukan kebenarannya.


Pantauan Tribun Lampung ke lokasi, pohon kurma tidak nampak sama sekali di kebun areal Gunung Megang.


Sedangkan yang terlihat hanya pohon kopi, pisang, pala, durian, cengkih.


Kondisi kebun sangat terawat, karena pohon-pohon tersebut tumbuh dengan bagus dan sebagian besar nyaris tidak ada belukar.


Memang di lokasi tersebut ada lubang namun informasinya dipergunakan untuk tanaman pisang.


Areal kebun sendiri terbuka dan banyak petani kebun lalu-lalang melintasi areal perkebunan tersebut.


Sebab di dalamnya banyak sekali persimpangan jalan sebagai jalur para petani kebun dari pekon sekitarnya menuju kebun-kebun mereka.


Namun untuk ke lokasi tersebut, tidak ada jalan yang layak.


Adanya hanya jalan tanah dengan kondisi jalur yang curam dan sulit dilalui.


Hanya para petani sekitarnya yang bisa melalui jalur berat tersebut.


Seorang Warga Matdi mengaku tak melihat lagi orang berkumpul di areal perkebunan tersebut.


"Kalau yang datang-datang itu sekarang sudah tidak pernah lagi. Di sini juga tidak ada kebun kurma," ujar Matdi.


"Densus 88 Sebut Hasil Bisnis Kebun Kurma di Lampung Untuk Danai Terorisme"


Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88, Kombes Aswin Siregar menyebut jika bisnis kebun kurma seluas 4 hektare di Lampung adalah untuk mendanai aktivitas terorisme.

Menurutnya, pendapatan dari bisnis tersebut kemudian disalurkan ke Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA) yang pada Januari 2021 lalu izin nya telah dicabut oleh Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta.

“Seperti wakaf produktif kebun kurma seluas kurang lebih 4 hektare di Lampung yang dikelola S, hasil panen dimasukkan dalam hasil pendapatan ABA pusat,” ujar Aswin, Senin (8/11/2021).

Aswin juga memaparkan jika LAZ BM ABA menyebarkan 13 ribu kotak amal serta 19 ribu kaleng sumbangan dengan tagline Gerakan Sehari Seribu ke seluruh Indonesia.

Selain itu, LAZ BM ABA diketahui memiliki 13 cabang kantor perwakilan yang tersebar di sejumlah kota-kota besar di Indonesia dan berpusat di Jakarta serta memiliki 81 anggota dalam struktur yayasan yang seluruhnya anggota Jamaah Islamiah (JI).

“Jumlah pengurus inti Yayasan Abdurhaman bin Auf yang merupakan anggota Jamaah Islamiah JI berjumlah sekitar 81 orang dengan jabatan struktural wajib merupakan anggota Jamaah Islamiah (JI),” terang Aswin. [Democrazy/trb]