Terungkap! Pengamat Beberkan 'Misi Terselubung' Surya Paloh Dukung Jokowi 3 Periode | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 13 November 2021

Terungkap! Pengamat Beberkan 'Misi Terselubung' Surya Paloh Dukung Jokowi 3 Periode

Terungkap! Pengamat Beberkan 'Misi Terselubung' Surya Paloh Dukung Jokowi 3 Periode


Terungkap! Pengamat Beberkan 'Misi Terselubung' Surya Paloh Dukung Jokowi 3 Periode


DEMOCRAZY.ID - Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (INFUS), Gde Siriana Yusuf menduga ada tujuan khusus dari Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh yang mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiga periode.


Tujuan tersebut tak lain tak bukan untuk mengamankan menterinya dari ancaman reshuffle.


“Kata-kata itu (dukung tiga periode) hiburan saja. Sama seperti kalau saya punya duit, saya belikan kamu rumah. Ini cara SP (Surya Paloh) menyenangkan Jokowi agar mentri dari Nasdem tidak terkena reshuffle,” ujar Siriana pada wartawan, Sabtu, 13 November 2021.


Dijelaskannya, kedudukan menteri bagi partai politik pendukung amat penting meski saat ini periode pemerintahan Jokowi hanya tinggal dua tahun lagi.


Menurutnya, parpol menghindari menterinya di-reshuffle karena menyangkut modal 2024.


“Parpol menghindari menterinya kena reshuffle karena ini menyangkut akses-akses logistik dan kekuasan sebagai modal 2024,” ungkapnya.


Hal tersebut terlihat di manuver menteri NasDem, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar.


"Menteri Siti Nurbaya pasang badan belain Infrastruktur dan Ibukota Baru-nya Jokowi. Tapi ujungnya kan ngomong mencari calon pemimpin bangsa yang terbaik, yang maksudnya tentu pengganti Jokowi,” pungkasnya.


Diketahui, Surya Paloh mengatakan bahwa NasDem akan menjadikan Jokowi sebagai calon presiden (capres) lagi bila tidak terhalang konstitusi.


Hal tersebut disampaikan Paloh saat sambutan dalam perayaan satu dekade NasDem.


Mulanya Paloh membicarkan dua tugas pokok NasDem, salah satunya adalah mempersiapkan proses kesinambungan kepemimpinan yang akan datang.


"Kalau saja konstitusi kita tidak membatasi masa jabatan presiden itu hanya dua kali, saya tidak perlu lagi menjawab pertanyaan para kader partai ini, siapa calon presiden kita ke depan sesudah Jokowi, siapa?” ucap Paloh pada Kamis, 11 November 2021.


"Karena pasti iramanya, tone-nya sama dari atas sampai bawah, dari pimpinan sampai kader paling terendah, jawabannya satu, ya pasti Jokowi kembali,” tambahnya.


Meski begitu, Paloh mengatakan bahwa Jokowi memiliki komitmen untuk menghargai konstitusi.


“Tapi kita punya komitmen yang sama. Presiden Jokowi juga mempunyai moralitas komitmen yang sama, untuk menghargai konstitusi untuk menjaga konstitusi,” katanya. [Democrazy/galamed]