Tegaskan Siap Jadi Ketum 3 Periode, Said Aqil: Para Kiai Sepuh Belum Tega Kalau PBNU Dipimpin yang Muda | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 12 November 2021

Tegaskan Siap Jadi Ketum 3 Periode, Said Aqil: Para Kiai Sepuh Belum Tega Kalau PBNU Dipimpin yang Muda

Tegaskan Siap Jadi Ketum 3 Periode, Said Aqil: Para Kiai Sepuh Belum Tega Kalau PBNU Dipimpin yang Muda

Tegaskan Siap Jadi Ketum 3 Periode, Said Aqil: Para Kiai Sepuh Belum Tega Kalau PBNU Dipimpin yang Muda

DEMOCRAZY.ID - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengklaim para kiai NU belum rela jabatan ketua umum dijabat oleh sosok muda. 


Hal itu ia sampaikan saat ditanya soal pencalonan ketua umum pada Muktamar PBNU.


Said pun menyanggupi dorongan para kiai untuk maju kembali sebagai calon ketua umum PBNU. 


Ia mengaku hanya mengikuti permintaan para sesepuh NU.


"Kiai-kiai sepuh minta saya maju lagi, masih belum tega kasih ke yang muda, belum plong, masih khawatir, ngeri," kata Said saat berkunjung ke Kantor Transmedia, Jakarta, Kamis (11/11).


Said berjanji tetap akan melakukan regenerasi jika dirinya kembali terpilih. 


Dia mengatakan akan memberikan jabatan-jabatan di PBNU kepada para pemuda Nahdliyyin.


Dalam kesempatan itu, Said juga menceritakan beberapa visi jika terpilih kembali. Salah satunya adalah menjaga PBNU tetap di luar politik praktis.


"Perlu kita jadikan civil society yang mendukung, menopang, nonpolitik, bersih dari kepentingan politik," ujar Said.


Dua tokoh NU menyatakan maju dalam pencalonan ketua umum PBNU. 


Mereka adalah calon petahana Said Aqil Siroj dan Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf.


Muktamar PBNU kali ini akan digelar di Lampung pada 23-25 Desember. 


Salah satu agenda dalam muktamar ini adalah pemilihan ketua umum PBNU. Muktammar ke-34, NU mengambil tema besar '100 Tahun NU: Kemandirian dalam Berkhidmat untuk Membangun Peradaban Dunia'.


Ketua SC Muktamar PBNU, Muhamad Nuh mengatakan ada sejumlah hal yang menjadi pokok pembahasan dalam muktamar. 


Di antaranya mengenai bonus demografi Indonesia hingga isu perubahan iklim.


"Pertama, kita sama-sama tahu, sekarang Indonesia ini punya demografi yang luar biasa, yang puncaknya nanti 25-30 (tahun), hampir 70 persen usia produktif di Indonesia itu," ujar Nuh dalam konferensi pers yang digelar virtual, Kamis (11/11).


"Yang tidak kalah penting, ke depan adalah mengenai climate change yang akan memengaruhi perkembangan NU ke depan, oleh karenanya, ada agenda-agenda besar, 10 geostrategis yang akan jadi pertimbangan Muktamar ini dalam rangka menyusun roadmap NU," katanya. [Democrazy/sra]