TKA China Membeludak di Industri Nikel, PKS: Ini Merugikan Kita, Luhut Harus Tanggung Jawab | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 23 November 2021

TKA China Membeludak di Industri Nikel, PKS: Ini Merugikan Kita, Luhut Harus Tanggung Jawab

TKA China Membeludak di Industri Nikel, PKS: Ini Merugikan Kita, Luhut Harus Tanggung Jawab

TKA China Membeludak di Industri Nikel, PKS: Ini Merugikan Kita, Luhut Harus Tanggung Jawab

DEMOCRAZY.ID - Tenaga Kerja Asing atau TKA China semakin membeludak bekerja di perusahaan Industri smelter nikel.


Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mulyanto meminta Menteri Kordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan bertanggung jawab dengan hal tersebut.


Apalagi para TKA tersebut datang ke Indonesia dengan visa turis.


“Ini merugikan kita, Luhut jangan lepas tanganlah, ini tangung jawabnya soal banyaknya TKA China ini,” kata Mulyanto dalam keterangannya, Selasa (23/11/2021).


Menurut Mulyanto, hal tersebut sangat merugikan tenaga kerja domestik dan pemasukan pajak negara.


“Masak TKA yang datang pada industri smelter ini berkualifikasi pekerja kasar dan dengan visa kunjungan. Ini kan merugikan kita,” ucapnya.


Mulyanto menyebutkan, lebih baik mengelolah Sumber Daya Manusia (SDM) dalam negeri untuk dilatih mengelola smelter.


“SDM Indonesia dapat disiapkan mengelola smelter. Cuma kebijakan politik lemerintah saja tidak memihak,” ujarnya.


Menurut anggota DPR RI itu, kebijakan pemerintah terlalu memanjakan pengusaha smelter asing.


“Harusnya ada kebijakan atau perjanjian semacam offset mewajibkan pekerjaan kelas menengah dan buruh diserahkan tenaga kerja domestik, tidak bulat-bulat mendatangkan TKA,” katanya.


Mulyanto juga mendesak pemerintah terus mengevaluasi pelaksanaan program hilirisasi nikel ini.


“Jangan sampai nilai tambah dan efek pengganda (multiflyer effect) dari program ini jauh dari apa yang dijanjikan Pemerintah,” tandasnya. [Democrazy/pojok]