-->

Breaking

logo

Jumat, 26 November 2021

Sri Mulyani Singgung soal Beasiswa Mahasiswa Papua Turun: Duitnya Banyak Kok!

Sri Mulyani Singgung soal Beasiswa Mahasiswa Papua Turun: Duitnya Banyak Kok!

Sri Mulyani Singgung soal Beasiswa Mahasiswa Papua Turun: Duitnya Banyak Kok!

DEMOCRAZY.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyinggung isu beasiswa yang berasal dari dana otonomi khusus (otsus) Papua sempat ramai beberapa waktu yang lalu karena disebut turun. 


Saat itu, ada wacana pemulangan ribuan mahasiswa asal Papua yang kuliah menggunakan dana beasiswa.


Menurutnya, pemerintah pusat sudah transparan dan akuntabel mengenai informasi penyerapan dana, termasuk transfer ke Papua. 


Sri Mulyani mengatakan dana otsus banyak, namun masih mengendap di bank mencapai Rp 12 triliun. 


"Tolong nanti disampaikan itu komposisinya, jadi kalau sampai nanti menyampaikan beberapa hal tentang beasiswa, wong duitnya banyak kok yang ini tadi aja belum dipakai, yang di perbankan Papua, masih ada Rp 12 triliun di perbankan. Kok beasiswa enggak dibayar?" ujar Menkeu dalam Konferensi Pers Kunjungan Kerja Menteri Keuangan RI di Jayapura, Jumat (26/11).


Dia menuturkan, realisasi dana APBD 2021 di Papua maupun Papua Barat masih rendah, di mana realisasi belanja APBD Papua ada di angka 50,47 persen dari total Rp 52,7 triliun, atau baru terealisasi Rp 26,67 triliun. 


Sedangkan untuk Papua Barat sudah terealisasi 46,14 persen, yaitu Rp 10,2 triliun dari Rp 22,15 triliun.


Imbas dari penyerapan yang rendah tersebut, menurut Sri Mulyani, membuat dana APBD 2021 Papua masih ada Rp 12 triliun yang mengendap di perbankan. 


Sedangkan untuk seluruh daerah di Indonesia, dia mengungkapkan masih ada dana Rp 226 triliun.


"Ini ribut-ribut biasanya banyak karena rumor, karena kesimpangsiuran itu dibuat seolah-olah menimbulkan spekulasi. Saya akan menyampaikan kepada anda semuanya, data mengenai keuangan Papua dan Papua Barat," imbuhnya.


Sri Mulyani melanjutkan, alokasi APBD untuk Papua tahun 2022 naik dari 2021, yaitu totalnya 43,48 triliun. 


Rinciannya, dana untuk infrastruktur Rp 2,4 triliun, dana otsus Rp 5,78 triliun, dana desa Rp 4,8 triliun, dana insentif daerah Rp 0,03 triliun, dana alokasi khusus Rp 6,67 triliun, dana alokasi umum Rp 20,50 triliun, dan dana bagi hasil Rp 3,3 triliun.


"Kalau Anda mau ngecek, Anda bisa ngecek semua transparan, mengenai berapa dana, dan kami setiap bulan pasti akan mem-publish. Supaya teman-teman media tidak dapet sumbernya dari mana-mana, karena ini bagian dari akuntabilitas dan transparansi publik," tegasnya.


Sebelumnya, sempat ramai isu macetnya beasiswa dari dana otsus untuk mahasiswa Papua yang berkuliah di Amerika Serikat (AS), lebih tepatnya mahasiswa yang berkuliah di George Mason University di Washington DC.


Beberapa mahasiswa tersebut sempat terancam tidak dapat melanjutkan pendidikan karena terlambatnya pengiriman dana beasiswa selama dua semester terakhir yang membuat mereka tidak dapat mendaftar untuk semester berikutnya.


Sri Mulyani sempat menyinggung isu tersebut dalam pertemuannya dengan sejumlah tokoh masyarakat dan diaspora Indonesia di Washington DC, Selasa 12 Oktober 2021 yang lalu.


“Tadi saya dengar ada masalah karena gak selalu lancar beasiswanya. Ini yang padahal kita jagain, mulai dari rekrutmennya transparan, kriterianya jelas, kirim ke sekolah yang jelas dan persyaratannya jelas, pembayarannya pun sedapat mungkin selalu on time,” ujar Sri Mulyani. [Democrazy/kmpr]