Soroti Survei Elektabilitas Capres 2024, Rocky Gerung: Yang Mesti Disurvei Itu Isi Otaknya! | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Selasa, 30 November 2021

Soroti Survei Elektabilitas Capres 2024, Rocky Gerung: Yang Mesti Disurvei Itu Isi Otaknya!

Soroti Survei Elektabilitas Capres 2024, Rocky Gerung: Yang Mesti Disurvei Itu Isi Otaknya!

Soroti Survei Elektabilitas Capres 2024, Rocky Gerung: Yang Mesti Disurvei Itu Isi Otaknya!

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung menyoroti survei elektabilitas Capres 2024 yang dinilai cenderung mengunggulkan sejumlah nama tanpa mempertimbangkan kapasitasnya.


Rocky Gerung mempertanyakan survei elektabilitas Capres 2024 yang terkesan cenderung hanya bersifat kuantitatif semata.


Rocky Gerung menilai survei elektabilitas Capres 2024 juga harus mempertimbangkan isi otak atau pemikiran dari setiap nama yang muncul.


Menurut Rocky Gerung, pada dasarnya seseorang atau lembaga melakukan sebuah survei khususnya terkait Capres 2024 berdasarkan dua jenis perintah.


Dia mengatakan, ada dua jenis perintah yang memicu seseorang atau lembaga melakukan survei yakni perintah etis dan perintah finansial.


Terlepas dari dua jenis perintah yang mendorong mereka melakukan survei, Rocky Gerung menegaskan bahwa surveyor harus mengumumkan kepada publik mengenai sumber pendanaan untuk melakukan survei.


"Seseorang melakukan survei cuma atas dua perintah, perintah etis atau perintah finansial. Selama tidak di-declare dari mana uangnya, maka itu artinya dia tidak melakukan secara etis," ujarnya.


Rocky Gerung menilai, seorang surveyor dapat dikatakan telah melakukan kebohongan ketika tak berani menjelaskan sumber pendanaan untuk melakukan survei.


Menurutnya, hasil survei elektabilitas Capres 2024 yang selama ini dipublikasikan melalui sejumlah media massa hanya membeberkan angka-angka semata serta tren pergerakannya.


"Jadi dengan gampang kita anggap kalau Anda tidak menyatakan uangnya dari mana, itu artinya Anda berbohong. Apapun hasil surveinya, itu kan sekedar untuk memperlihatkan ada kenaikan, ada penurunan," katanya.


Rocky Gerung mengakui bahwa nama-nama yang disebut memiliki tingkat elektabilitas tinggi memiliki potensi yang tinggi pula untuk maju sebagai Capres 2024.


Akan tetapi, dia juga menegaskan bahwa angka elektabilitas semata-mata hanya merupakan hal yang bersifat teknis dalam sebuah survei dan tak sepenuhnya menggambarkan substansi atau kapasitas dari tokoh itu sendiri.


"Kalau seseorang itu disurvei bagus, itu artinya dia potensial. Sama aja kayak orang pasang baliho, tapi kita nggak tau yang disurvei itu apa? Elektabilitas? Ya elektabilitas itu urusan teknis aja," ujar dia.


Berkaca dari hal tersebut, Rocky Gerung menyarankan agar lembaga survei juga melakukan survei terhadap isi otak atau pemikiran masing-masing nama yang disebut-sebut masuk dalam bursa Capres 2024 karena hal tersebut jauh lebih dibutuhkan oleh masyarakat yang menjadi calon pemilih.


"Kita nggak tahu apa isi otaknya, kan yang mesti disurvei isi otaknya. Kalo surveyornya nggak punya otak, maka sama juga hasilnya, sekedar data yang nggak punya apa-apa tuh," tuturnya. [Democrazy/kabes]