Soal Aksi Marah-marah Jokowi, Rocky Gerung: Publik Ingin Presiden Segera Akhiri Kekuasaan! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Minggu, 21 November 2021

Soal Aksi Marah-marah Jokowi, Rocky Gerung: Publik Ingin Presiden Segera Akhiri Kekuasaan!

Soal Aksi Marah-marah Jokowi, Rocky Gerung: Publik Ingin Presiden Segera Akhiri Kekuasaan!

Soal Aksi Marah-marah Jokowi, Rocky Gerung: Publik Ingin Presiden Segera Akhiri Kekuasaan!

DEMOCRAZY.ID - Presiden Joko Widodo atau yang biasanya akrab disapa Jokowi mengungkapkan kemarahannya ke pada saat rapat kabinet bersama para menterinya.


Dalam rapat tersebut, Jokowi menyoroti BUMN yang dianggap ruwet dengan birokrasi yang dimiliki oleh BUMN seperti Pertamina dan PLN yang dianggap sebagai penghalang masuknya investor.


Dilansir dari YouTube Rocky Gerung Official, ia mengomentari sikap Jokowi yang mengeluarkan kemarahannya pada saat rapat kabinet.


"Presiden bisa kelihatan serius, tapi publik enggak anggap itu serius lagi karena masanya sudah selesai. Masa mau tunggu Presiden marah-marah tiga tahun lagi?" ujar Rocky Gerung.


Menurut Rocky Gerung, alih-alih memarahi kabinetnya, publik ingin Jokowi untuk mengakhiri kekuasannya.


"Publik ingin agar Presiden mengakhiri kekuasannya karnena enggak ada konsep lagi. 'Kan semua ini terjadi karenan Presiden tidak punya konsep. Kalau ada konsep, segala sesuatunya akan berjalan bagus," kata Rocky Gerung.


Tidak hanya berjalan bagus, konsep yang diberikan Presiden juga akan membantu kinerja para menterinya terkait penggunaan uang di departemen masing-masing.


"Kalau ada konsep yang bagus, enggak ada kooerdiansi misalnya departemen-departemen yang boros uang itu berasa memang mereka berhak untuk boros karena melayani masyarakat. Kementerian-kementerian yang ditugaskan untuk cari uang gagal semua karena enggak ada keahlian sama sekali," ucao Rocky.


Hal tersebut dinilai menyebabkan kebingungan Menteri Keuangan, Sri Mulyani untuk memilih departemen yang ingin dibela.


"Kalau Sri Mulyani punya keahlian dan integritas, dia akan bilang kepada Presiden untuk menghentikan proyek yang gagal," tuturnya. [Democrazy/pkry]