Sentil Komitmen NZE Negara Lain, Jokowi: Kalau Cuma Ngomong Doang Saya Juga Bisa! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 22 November 2021

Sentil Komitmen NZE Negara Lain, Jokowi: Kalau Cuma Ngomong Doang Saya Juga Bisa!

Sentil Komitmen NZE Negara Lain, Jokowi: Kalau Cuma Ngomong Doang Saya Juga Bisa!

Sentil Komitmen NZE Negara Lain, Jokowi: Kalau Cuma Ngomong Doang Saya Juga Bisa!

DEMOCRAZY.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung KTT G20 dan COP26 yang hanya berkutat bicara soal skenario global transisi energi. 


Namun, kata Jokowi, skema mengenai transisi tersebut belum juga diketahui.


"Kita di G20 maupun di COP26 di Glasgow kita hanya berkutat, berbicara mengenai bagaimana skenario global masuk ke transisi energi. Tahun lalu sebetulnya sudah masuk ke tema ini, tetapi juga belum ketemu jurusnya seperti apa, scheme-nya seperti apa. 


Tahun ini lagi dibicarakan lagi dan scheme-nya juga belum ketemu. dijanjikan USD 100 miliar, tetapi keluarnya dari mana juga belum ketemu," kata Jokowi saat menyampaikan sambutan di peresmian pembukaan The 10th Indonesia EBTKE Conex 2021, seperti ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (22/11/2021).


Jokowi kemudian bercerita saat PM Inggris Boris Johnson mempertanyakan komitmen Indonesia soal Net Zero Emission (NZE) atau nol bersih emisi pada 2050. 


Jokowi menegaskan, kalau sekadar berbicara, dirinya pun bisa.


"Saya sendiri ditanya waktu di G20 maupun oleh PM Boris Johnson menyampaikan untuk net zero emission Indonesia nanti di 2060. Kok nggak bisa maju? Yang lain 2050. Ya nggak apa-apa yang lain-lain, kalau hanya ngomong saja saya juga bisa, saya juga bisa saya sampaikan. Road map-nya seperti apa? Peta jalannya seperti apa?" ujar Jokowi.


Jokowi mengatakan Indonesia sebetulnya memiliki kekuatan yang sangat besar mengenai energi terbarukan. 


Namun Jokowi mengungkap masalahnya adalah mengenai skenario peralihannya dari batu bara ke energi terbarukan tersebut.


"Misalnya pendanaan datang, investasi datang, kan harganya tetap lebih mahal dari batu bara. Siapa yang membayar gapnya ini? Siapa? Ini yang belum ketemu. Negara? Kita? Nggak mungkin. Angkanya berapa ratus triliun, nggak mungkin," ujar Jokowi.


"Atau dibebankan ke masyarakat? Tarif listrik naik? Juga tidak mungkin. Ramai nanti, gegeran kalau terjadi seperti itu karena kenaikannya sangat tinggi sekali. Wong naik 10-15 persen demonya 3 bulan, ini naik dua kali. Nggak mungkin. 


Pertanyaannya skenarionya seperti apa kita? Itu yang saya tugaskan kepada Menko Maritim dan Investasi dan juga kepada Pak Menteri ESDM plus Menteri BUMN," sambung Jokowi. [Democrazy/dtk]