Sempat Anggap Muslim Hanyalah Teroris, Bule Ini Masuk Islam Usai Belajar Satanisme | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 26 November 2021

Sempat Anggap Muslim Hanyalah Teroris, Bule Ini Masuk Islam Usai Belajar Satanisme

Sempat Anggap Muslim Hanyalah Teroris, Bule Ini Masuk Islam Usai Belajar Satanisme

Sempat Anggap Muslim Hanyalah Teroris, Bule Ini Masuk Islam Usai Belajar Satanisme

DEMOCRAZY.ID - Seorang mualaf asal London bernama Sam mengaku sempat menganggap orang muslim hanyalah teroris. 


Namun, ia lalu mengenail Islam setelah mempelajari satanisme di lingkungan komunitas yang mempraktikkan ilmu hitam. 


Dilansir dari VIVA, Jumat, 26 November 2021, Sam menceritakan bahwa baginya, menjadi seorang muslim berarti mencoba menjadi yang terbaik untuk orang di sekitar, untuk keluarga. 


“Ini tujuan akhir. Jadi dari yang awalnya sombong, lalu buang ego, temukan jati diri, menjadi lebih dekat dengan ibuku, berusaha ramah pada semua orang, karena hanya tersenyum saja sudah sedekah. Islam mengajarkan saya menjadi pria sejati,” tutur Sam, dikutip dari kanal YouTube Renung Kalbu.  


Saat ini, Sam sudah menjadi muslim selama lebih dari dua tahun dan telah menikah dengan perempuan muslim serta memiliki buah hati. 


Namun, perjalanannya meraih kebahagiaan dan menjadi mualaf bukanlah hal yang mudah. 


Sam menceritakan bahwa ia sebenarnya memiliki keluarga yang baik dan penyayang.  


Ia memikiki ayah dan ibu yang sangat mencintai dirinya, serta saudara laki-laki dan perempuan yang baik. 


Keluarganya juga tak memiliki kekurangan finansial. 


Namun, entah mengapa Sam selalu merasa “bentrok” dengan keluarga dan selalu menyebabkan banyak masalah.  


Padahal, katanya, kedua saudaranya merupakan sosok yang berprestasi dan menjadi panutan.  


Di sekolahnya, Sam sering membuat masalah dan memicu kebencian pada para guru. 


Dari sikapnya yang selalu berbuat onar, Sam pun menjadi sosok penyendiri dengan sifat pemarah. 


Bahkan, tak jarang ia menunjukkan sikap kasar di hadapan kedua orangtuanya.  


Sam mengakui rasa marah yang meluap itu dirasakan sejak usia muda dan bukan karena rasa cemburu pada kedua saudaranya. 


“Lalu ada seorang teman, pria jahat itu melakukan ilmu hitam, orang ini melakukan ritual. Dia memberikan ayam ke lubang hitam dan ayam-ayam itu kembali tanpa kepala dan disampikan hal-hal aneh lainnya. Orang ini pada dasarnya memulai sesuatu yang spiritual menjadi jin,” ujarnya. 


Sam pun merasa tertarik dengan ilmu hitam itu, meski tak begitu ingin mendalami.  


Namun, ia mengaku seolah sulit lepas dari sosok pria dengan ilmu hitam itu yang membuatnya mempelajari hal-hal berbau satanisme.  


Tetapi, di lingkungan inilah justru Sam mulai mengenal soal Islam. 


“Saya mempelajari hal-hal setanisme ini dan tidak terlalu mendalam pada segala jenis agama,” ungkapnya. 


Lalu suatu hari, teman Sam mengajaknya nonton film berjudul “Shadow Emotion”. 


Di akhir film dokumenter itu, kata Sam, dipasang kutipan alquran, hadist, dan islam.  


“Jadi kupikirkan hal-hal tentang itu semalaman, tentang akhir zaman dan semacamnya. Jadi hal-hal spiritual yang kupelajari, menurutku, wow islam memberi pemahaman soal itu,” katanya. 


Sam yang terus menerus memikirkan kutipan Alquran dan hadis itu pun langsung mencari tahu soal Islam. 


Pada dasarnya, Sam mengaku membenci muslim lantaran memiliki pemikiran bahwa muslim adalah kelompok teror dan berbahaya.  


Namun, ia lalu sadar bahwa Islam yang ia pelajari jauh lebih baik dan sangat indah. 


“Islam satu-satunya yang terhubung dengan tauhid. Percaya pada satu pencipta,” kata Sam. 


“Lalu itu benar-benar ‘boom’, Allah benar-benar menaruh itu di hatiku. Saya sadar ada Allah dan bukan dewa asing lalu aku mulai berpikir bagaimana bisa aku tidak tahu ada tuhan?” tambahnya. 


Sam pun mulai mencari komunitas Islam dan setelah mempelajari lebih dalam, Sam memutuskan untuk menjadi mualaf. [Democrazy/terkini]