Breaking

logo

30 November 2021

Sebut Tak Ada Yang Takut Pada Luhut Pandjaitan, Waketum Gerindra: Jangan Petantang-petenteng Lagi!

Sebut Tak Ada Yang Takut Pada Luhut Pandjaitan, Waketum Gerindra: Jangan Petantang-petenteng Lagi!

Sebut Tak Ada Yang Takut Pada Luhut Pandjaitan, Waketum Gerindra: Jangan Petantang-petenteng Lagi!

DEMOCRAZY.ID - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono menyelenggarakan konferensi pers bersama kawan-kawan lainnya terkait pernyataan Menko Menteri Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan yang siap dilakukan audit terhadap perusahaan pengadaan tes PCR.


Ferry Juliantono mengatakan bahwa menurutnya kasus dugaan bisnis tes PCR yang ditudingkan pada Luhut Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir telah membuka mata masyarakat.


Dalam hal ini, Ferry Juliantono menyampaikan masyarakat kini mengetahui adanya masalah tentang penyalahgunaan kekuasaan yang diberikan kepada pejabat.


Dia mengatakan kalau jika untuk kasus tes PCR yang semua orang terlibat dan mengetahuinya saja ada pejabat yang nekat dengan berani berbisnis, bagaimana dengan masalah yang tidak diketahui masyarakat luas.


"Sekarang kita bayangin untuk kasus PCR yang semua orang terlibat tahu, dicolok hidungnya mulutnya segala macam harganya mereka bayar mahal segala macam," katanya.


"Itu masih ada pejabat yang nekat berani bisnis, bayangin kalau untuk hal-hal yang tidak semua orang rakyat tahu," tuturnya, dilansir dari YouTube Refly Harun pada Selasa, 30 November 2021.


Contohnya seperti perpanjangan Undang-Undang Minerba, polemik Kartu Prakerja, kemudian Omnibus Law, dan lainnya yang tidak banyak rakyat tahu.


"Yang kasus PCR yang semua orang tahu saja nekat," ucapnya.


Menurut Ferry Juliantono ini adalah masalah besar terkait penyalahgunaan kekuasaan dan abuse of power, dan permasalahan ini muncul karena adanya sikap jumawa kekuasaan.


Saat ini, dikatakannya, ada kekuasaan yang relatif merasa kalau semua institusi negara dapat dikuasai oleh mereka.


Seperti misalnya institusi aparatur keamanan yang bisa mereka kuasai, kemudian kelompok dan juga elemen masyarakat.


"Jadi muncul kesalahan yang prinsip ini karena menurut saya karena itu," tuturnya.


"Tapi di satu sisi kita nggak bisa diam, jadi Pak Luhut nggak boleh petantang-petenteng lagi sekarang," sambung politisi Gerindra ini.


Dia menegaskan bahwa sekarang semua orang tidak ada lagi yang takut terhadap Luhut Pandjaitan.


Ferry menyampaikan bahwa rakyat juga tidak boleh takut terhadap penguasa, karena jika perasaan tersebut muncul dengan adanya situasi seperti ini, nantinya hanya membiarkan penguasa makin semena-mena.


"Makin mengabaikan beberapa hal yang prinsip, mengabaikan rasa keadilan masyarakat, hak asasi orang, dan sebagainya," pungkasnya. [Democrazy/pkry]