Sebut Indonesia Tak Lagi Jadi Negara Hukum, Rizal Ramli: Rakyat Miskin Semakin Susah! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 26 November 2021

Sebut Indonesia Tak Lagi Jadi Negara Hukum, Rizal Ramli: Rakyat Miskin Semakin Susah!

Sebut Indonesia Tak Lagi Jadi Negara Hukum, Rizal Ramli: Rakyat Miskin Semakin Susah!

Sebut Indonesia Tak Lagi Jadi Negara Hukum, Rizal Ramli: Rakyat Miskin Semakin Susah!

DEMOCRAZY.ID - Ekonom senior, doktor Rizal Ramli menyoroti Indonesia saat ini.


Menurut Rizal Ramli melalui akun YouTube miliknya, ia menyebutkan jika Indonesia saat ini tidak lagi menjadi negara hukum.


Bagi Rizal Ramli, banyak hukum yang seharusnya diterapkan di Indonesia tetapi mulai luntur yang menyebabkan Ibu Pertiwi menjadi negara milik penguasa.


"Indonesia bukan lagi negara hukum, tetapi negara kekuasaan. Hukum di Indonesia kini tunduk kepada penguasa dan memilih-milih mana yang harus ditindak dan mana yang tidak," kata Rizal Ramli.


Berbagai praktik hukum di Indonesia sering menjadi sorotan, baik kepada pejabat maupun rakyat kecil.


Pejabat dengan tingkat kejahatan yang cukup tinggi dan merugikan negara mendapatkan keringana hukum.


Bahkan dari beberapa kesaksian, Lapas Sukamiskin yang merupakan tempat bagi maling uang rakyat pun dibangun dengan fasilitas mewah di dalamnya.


Sementara itu, ada kasus nenek yang mengambil singkong karena tidak bisa makan, harus mendapatkan hukuman penjara.


"Ini tidak bisa dibiarkan karena semakin lama ketidakadilan semakin tinggi. Rakyat miskin semakin susah, tetapi mereka yang berkuasa semakin kaya dan semakin mengabaikan hak-hak rakyat soal keadilan dan kebutuhan dasar," ujar Rizal Ramli.


Kemerosotan hukum di Indonesia menjadi perhatian bagi Rizal Ramli yang menuntut agar pemerintah memperhatikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia seperti yang tertuang dalam Pancasila sebagai dasar negara.


"Ini tidak bisa dibiarkan. Waktunya untuk mengembalikan demokrasi dan Indonesia sebagai negara hukum. Hukum harus berlaku untuk siapa pun, tidak pandang suku, agama, atau jenjang sosial," ucap Rizal Ramli. [Democrazy/pkry]