-->

Breaking

logo

Senin, 29 November 2021

Said Didu Ungkap Kesalahannya Saat Jadi Sekretaris Kementerian BUMN

Said Didu Ungkap Kesalahannya Saat Jadi Sekretaris Kementerian BUMN

Said Didu Ungkap Kesalahannya Saat Jadi Sekretaris Kementerian BUMN

DEMOCRAZY.ID - Mantan sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu mengungkapkan kesalahan terbesarnya ketika ia masih bekerja di lembaga negara tersebut.


Said Didu menjabat sebagai sekretaris Kementerian BUMN pada 2005-2010.


Kemudian, pada masa kabinet Kerja Jokowi, Said Didu diangkat menjadi Staf Khusus Menteri ESDM Sudirman Said pada 2014.


Tak lama menjabat sebagai staf khusus, Said Didu kemudian mengundurkan diri setelah Sudirman Said dicopot pada 2016.


Berbicara tentang masa kerjanya, dilansir Pikiran-Rakyat.com dari YouTube MSD, Said Didu berujar jika ia melakukan kesalahan terbesar.


Kesalahan terbesarnya yaitu ketika Said Didu tidak membuat mekanisme pemilihan komisaris.


Ketika menjabat sebagai sekretaris BUMN, Said Didu membuat mekanisme pemilihan direksi yang diklaim untuk mencegah adanya kecurangan dan orang-orang yang tidak layak menjabat.


Namun, langkahnya untuk membuat mekanisme pemilihan komisaris tidak dapat terlaksana.


"Itu kesalahan saya, tapi saya masih bersyukur mekanisme pemilihan direksi sekarang hanya diubah-ubah sedikit dari yang saya buat pada 2005 dan sampai sekarang masih dipakai. Kesalahan saya dan penyesalan tertinggi adalah tidak sempat membuat mekanisme seleksi komisaris," kata Said Didu.


Menurut Said Didu, tidak adanya mekanisme yang dibuat olehnya bisa menjadi salah sau masalah dengan seleksi komisaris saat ini.


Biasanya, permasalahan dalam seleksi komisaris terjadi di penilai akhir.


"Berarti Presiden tahu sekarang mekanismenya, termasuk komisaris. Dulu, direksi hanya diambil beberapa BUMN yang TPA oleh Presiden. Kalau sekarang, semuanya. Itulah kenapa pak Erick Thohir tidak berani memasukkan tim sukses ke dalam komisaris. Karena nanti dia dimarahi pak Jokowi," tuturnya. [Democrazy/pkry]