Romo Benny Bikin Kegaduhan di Medsos, Gus Nur: Dia Bisa Terkena Delik Hukum | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 22 November 2021

Romo Benny Bikin Kegaduhan di Medsos, Gus Nur: Dia Bisa Terkena Delik Hukum

Romo Benny Bikin Kegaduhan di Medsos, Gus Nur: Dia Bisa Terkena Delik Hukum

Romo Benny Bikin Kegaduhan di Medsos, Gus Nur: Dia Bisa Terkena Delik Hukum

DEMOCRAZY.ID - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Romo Antonius Benny Susetyo bisa terkena delik hukum yang menyebarkan kegaduhan di Twitter.


“Romo Benny bisa kena delik hukum walaupun tidak ada tindak lanjutnya ketika dilaporkan ke polisi seperti buzzer,” kata pendakwah agama Islam Sugi Nur Raharja (Gus Nur) kepada redaksi SuaraNasional, Senen (22/11/2021).


Kata Gus Nur, Romo Benny merusak perdamaian bangsa Indonesia dengan membagikan video yang isinya mengkritisi MUI. 


“Dia Katolik seorang pastur. Harusnya tidak boleh ikut campur urusan MUI,” papar Gus Nur.


Ia menduga, ada upaya mengobok-obok Umat Islam melalui Romo Benny. 


“Romo Benny berada di pihak penguasa dan ada di atas angin,” jelas Gus Nur.


Di rezim ini, kata Gus Nur, yang tidak dikerjakan binatang bisa dilakukan manusia. 


“Contohnya oknum masuk masuk masjid tanpa lepas sepatu dengan menenteng senjata,” papar Gus Nur.


Romo Antonius Benny Susetyo ‘diserang’ warganet di Twitter. Ini terjadi, lantaran dirinya membagikan sebuah video berjudul ‘MUI Harus Berbenah, Jangan Jadi Sarang Kelompok Radikal’.


Video tersebut, berkaitan dengan penangkapan anggota Komisi Fatwa MUI, Ahmad Zain An Najah, oleh Densus 88 karena diduga terlibat dengan kelompok terorisme.


Di mana, dalam video tersebut pula, Ketua Setara Institute, Hendardi mengatakan, penangkapan tersebut menjadi gambaran bahwa jaringan radikalisme dan terorisme di Indonesia telah menyusup secara sistematik ke berbagai institusi sosial, termasuk institusi keagamaan.


Menurutnya, momentum penangkapan tersebut seharusnya cukup menjadi alsan bagi MUI untuk melakukan pembenahan secara besar-besaran. 


Hal tersebut perlu dilakukan, agar nantinya seluruh pengurus MUI dapat dipastikan tidak terafiliasi dengan jaringan terorisme.


“Penangkapan An-Najah harus menjadi momentum koreksi serius bagi MUI untuk melakukan upaya-upaya ekstra, memastikan kelembagaan MUI tidak menjadi instrumen promosi intoleransi. Bukan hanya MUI di tingkat Pusat, MUI di berbagai tingkatan juga mesti berbenah,” jelasnya. [Democrazy/SuaraNasional]