Rocky Gerung Sebut Jokowi Tidak Tahu & Tidak Paham Masalah di Masyarakat | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 12 November 2021

Rocky Gerung Sebut Jokowi Tidak Tahu & Tidak Paham Masalah di Masyarakat

Rocky Gerung Sebut Jokowi Tidak Tahu & Tidak Paham Masalah di Masyarakat

Rocky Gerung Sebut Jokowi Tidak Tahu & Tidak Paham Masalah di Masyarakat

DEMOCRAZY.ID - Akademikus, Rocky Gerung, mengatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak tahu permasalahan yang terjadi di masyarakat. Soal PCR, misalnya, ia melihat Presiden hanya diam saja.


Ia mengatakan, sudah dua minggu PCR menjadi perhatian publik tetapi presiden diam saja. Sedangkan para menteri di bawahnya sedang berkelahi. 


"Artinya presiden tidak tahu masalah, masalahnya selalu presiden tidak tau masalah," kata Rocky dalam diskusi di Batam pada Rabu, 11 November 2021.


Ia mengatakan masalah PCR adalah amputasi oligarki. Ia menyebut akar masalah PCR terjadi antara geng di pemerintahan yaitu Menteri BUMN Erick Tohir dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.


"Kemudian publik pasti bertanya, kenapa mereka berdua, memang mereka berdua yang bertanggung jawab, kalau perusahaan lain silakan saja mereka tidak masalah bermain di bisnis ini," kata Rocky.


Ia melanjutkan, praktek dugaan menteri dalam bermain bisnis PCR melanggar etika. 


"Ketika itu dilanggar oleh Luhu dan Erick, itu melanggar etika, karena regulasi di mereka, ketika mereka berbisnis itu yang melanggar etika, regulator ikut jadi operator.," kata Rocky.


Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan baik Luhut maupun Erick Thohir membantah terlibat dalam bisnis PCR.


Permasalahan itu menurut Rocky, bagi Presiden Jokowi biasa saja. Karena Jokowi tidak cukup kapasitas untuk memahami masalah itu. 


"Jadi meskipun dikritik panjang lebar, misalnya tidak mungkin Jokowi paham," kata Rocky Gerung.


Ia melanjutkan, yang bisa dilakukan hari ini adalah mencegah generasi baru menjadi dungu. Rocky mengatakan, tidak akan bisa mengubah istana. 


"Kita sebetulnya berada di gejala totaliterisme tidak bisa diubah, jadi mari lindungi generasi baru kita biar tidak jadi dungu, atau memulai yang baru dengan yang lain," kata Rocky. [Democrazy/tmp]