Rocky Gerung: Saya Siap Jadi Presiden, Asalkan.... | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 12 November 2021

Rocky Gerung: Saya Siap Jadi Presiden, Asalkan....

Rocky Gerung: Saya Siap Jadi Presiden, Asalkan....

Rocky Gerung: Saya Siap Jadi Presiden, Asalkan....

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik Rocky Gerung menyatakan kesiapannya untuk menjadi presiden dalam Pemilu mendatang.


Namun demikian, ia menegaskan harus ada perubahan dalam presidential threshold atau ambang batas perolehan kursi parpol untuk dapat mengajukan calon presiden.


"Saya siap jadi presiden, asalkan presidential threshold sebesar 0 persen," kata Rocky di sela diskusi bertema Etika dan Kebijakan Publik yang dihelat LSM Gebrak Batam pada Rabu (10/11/2021) malam.


Menurutnya, dengan presidential threshold sebesar 0 persen, akan terbuka kesempatan bagi rakyat untuk menemukan pemimpin-pemimpin alternatif.


Bagi Rocky, intelektualitas harus mendahului elektabilitas. 


Dalil ini harus dipertahankan pada pemilihan pemimpin level manapun, baik bupati/wali kota, gubernur hingga presiden.


Dalam kesempatan terpisah, Rocky menilai Pemilu 2024 hanya akan menjadi pertempuran bagi para oligarki berebut politikus untuk dijadikan hewan ternak.


Menurutnya, hal itu bisa sangat terbaca salah satunya dari adanya ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold sebesar 20 persen.


"Sudah dikunci itu, yang boleh diternakkan cuma mereka yang punya tiket oleh partai politik. Jadi sudah dikunci di situ," tuturnya dalam forum berbeda.


Rocky menambahkan, hal itu semakin diperburuk dengan adanya pandemi covid. Ia menilai covid hanya akan memagari suara-suara kritis publik.


"Jadi kita lihat bahwa pemilu nanti di 2024, itu jadi ruang tertutup tempat black market of oligarki beroperasi. Black market of politics beroperasi. Disitu akan beroperasi OTT, operasi tukar tambah. Jadi dari posisi itu, kita tahu bahwa gak akan ada yang berubah. Karena itu kita upayakan dari sekarang supaya PT itu dibatalkan, kita upayakan supaya omnibus law itu dilenyapkan. Kita upayakan agar COVID itu jangan dipolitisir," tandasnya. [Democrazy/kmpr]