Restrukturisasi Malaysia Airlines Dipuji, Bagaimana dengan Garuda Indonesia? | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 17 November 2021

Restrukturisasi Malaysia Airlines Dipuji, Bagaimana dengan Garuda Indonesia?

Restrukturisasi Malaysia Airlines Dipuji, Bagaimana dengan Garuda Indonesia?

Restrukturisasi Malaysia Airlines Dipuji, Bagaimana dengan Garuda Indonesia?

DEMOCRAZY.ID - Pandemi bikin banyak maskapai penerbangan terpuruk, seperti yang dialami Garuda Indonesia dan juga Malaysia Airlines. 


Di tengah belitan utang dan kerugian besar, kedua maskapai flag carrier itu menyodorkan proposal restrukturisasi kepada kreditur dan lessor.


Meski demikian, Associate Partner BUMN Research Group pada Lembaga Manajemen Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto, melihat ada perbedaan mendasar pada restrukturisasi Garuda dibandingkan Malaysia Airlines.


Yakni pada peran pemerintah selaku pemilik masing-masing maskapai penerbangan tersebut. 


Toto memuji langkah Pemerintah Malaysia, yang menjamin restrukturisasi maskapai mereka.


"Malaysia Airlines juga punya problem yang sama, dia dituntut oleh banyak krediturnya. Tapi yang bagus, dia di sana kemudian pemerintahnya bilang, 'Kami akan menjamin program restructuring Malaysia Airlines sampai dengan 2025'," kata Toto pada Focus Group Discussion (FGD) bertema 'Likuidasi BUMN dari Aspek Hukum, Bisnis, dan Sosial', yang berlangsung di hotel Le Meridien, Rabu (17/11). 


"Sehingga di April tahun ini, negosiasi mereka dengan seluruh kreditur dan lessor itu sudah selesai," lanjutnya. 


Menurutnya, Garuda Indonesia harus diberi kesempatan menyelesaikan proses negosiasi dan restrukturisasi dengan para kreditur dan lessor, hingga titik akhir. 


Sejalan dengan itu, jangan sampai ada 'aura-aura' yang bisa menghambat renegosiasi tersebut.


"Jadi kalau sekarang negosiasi sedang jalan, janganlah ada berita 'Oh nanti kalau enggak bisa, nanti Pelita Air Service sajalah yang dimunculkan.' Ini kan belum selesai negosiasinya," ujar Toto.


Menteri BUMN Erick Thohir, sebelumnya juga menyatakan langkah penyelamatan Garuda Indonesia cukup pelik, sehingga harus dilakukan hati-hati. 


Dia juga menyoroti kasus korupsi Garuda di masa lalu, yang telah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Selain itu, Erick Thohir juga menyebut model bisnis Garuda Indonesia sudah salah sejak awal.


Yakni menggarap rute penerbangan luar negeri, padahal punya pasar domestik yang besar. 


Dampaknya mencapai titik nadir saat terjadi pandemi. 


“Garuda harus fokus pada domestik, saya yakin akan kembali sehat, tapi perlu waktu cukup lama,” kata Erick Thohir di Palembang, Minggu (24/10).


"Pelita Air bisa dikembangkan, asal jangan ikut gaya-gayaan ke luar negeri. Karena penerbangan ke luar negeri itu bisa mengakibatkan tidak sehat dalam beroperasi," imbuh Erick Thohir. [Democrazy/kmpr]