Prof Henry Singgung Kelompok Radikal yang Bawa-Bawa Agama Mayoritas, Aktivis Beri Balasan Menohok | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 23 November 2021

Prof Henry Singgung Kelompok Radikal yang Bawa-Bawa Agama Mayoritas, Aktivis Beri Balasan Menohok

Prof Henry Singgung Kelompok Radikal yang Bawa-Bawa Agama Mayoritas, Aktivis Beri Balasan Menohok

Prof Henry Singgung Kelompok Radikal yang Bawa-Bawa Agama Mayoritas, Netizen Beri Balasan Menohok

DEMOCRAZY.ID - Staf khusus kementerian komunikasi dan informatika, profesor Henry Subiakto menilai, kelompok radikal di Indonesia berbahaya apabila mereka bekerjasama dengan kekuatan politik dengan tujuan berkuasa. 


Sebab kelompok ini tidak menerima Pancasila sebagai dasar ideologi negara


“Kaum radikal yang tidak menerima Pancasila sebagai ideologi final dalam berbangsa dan bernegara, menjadi makin berbahaya bagi Indonesia saat mereka bekerjasama dengan kekuatan politik yang berambisi berkuasa, dengan memberi panggung politisasi agama dan menerima janji-janji akan mengikuti kehendak mereka jika berkuasa,” ujar Henry Subiakto di Twitter-nya @henrysubiakto dikutip Selasa (24/11/2021).


Guru besar Universitas Airlangga ini mengatakan, kelompok radikal ini selalu berbicara atas nama agama mayoritas. Padahal mereka hanya kelompok kecil.


“Agama yang hidup di negeri ini banyak, aliran Islam dan ormas juga banyak. Mayoritas mereka itu moderat, yang berpolitik mendahulukan kepentingan bersama dengan ideologi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Tapi ada kelompok kecil politik yang abaikan itu, tapi selalu bicara atas nama agama mayoritas,” ujar Henry Subiakto.


Dia bilang bahwa kelompok menganggap pemerintah adalah togut sehingga harus dimusuhi.


“Mereka yang menganggap pemerintah RI dan aparat negara itu Toghut yang harus dimusuhi adalah contoh nyata kaum radikal yang tidak menerima Pancasila. Mereka ini selalu mencari dukungan dan simpatisan,” katanya.


Pernyataan Henry tersebut direspon netizen. Dia dianggap menyudutkan agama dan politisasi agama.


“Dengan menyudutkan Agama anda sedang Politisasi Agama. Lagian narasi seperti ini (politisasi agama) diucapkan selama bertahun-tahun untuk apa Prof? Sekarang ini yang berkuasa PDIP (jauh dari Sila 1) negara hancur Dan kalian tunjuk agama sebagai biang kerok? SONTOLOY,” tulis akun Helmi_Felis.


“Ya Elah kok bloonnya tambah parah si prof? Ni gue kasih tau kalau ga ada yang radikal maka negri inipun ga pernah merdeka, dulu tokoh bangsa malah disebut extrimis oleh penjajah. Oalah Profesor kok watak inlander sih? Mending tutup akun aja lo biar ga dipreteli terus kebloonan mu,” timpal akun aktivis Nicho Silalahi.


Menanggapi respon netizen, Henry Subiakto kemudian membantah menyudutkan agama dalam cuitan tersebut. 


Dia menilai tuduhan tersebut hanya berasal dari pemikiran sempit.


“Yang bilang pihak lain nyudutkan agama, musuhi agama dan dzolimi ulama, itu jelas kata-kata yang berasal dari pemikiran sempit yang menggeneralisasi perasaan kelompok kecilnya seakan suara mayoritas. Mereka tidak peduli di kelompoknya memang ada pelaku pidana yang ditindak, tapi itu bukan karena agamanya,” ujar Henry. [Demo