-->

Breaking

logo

29 November 2021

Peringatan Terakhir Pemuda Pancasila ke Junimart Sebelum Demo Lanjutan

Peringatan Terakhir Pemuda Pancasila ke Junimart Sebelum Demo Lanjutan

Peringatan Terakhir Pemuda Pancasila ke Junimart Sebelum Demo Lanjutan

DEMOCRAZY.ID - Perseteruan antara organisasi masyarakat Pemuda Pancasila (ormas PP) dengan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang, hingga kini belum tuntas. 


Pemuda Pancasila memberi peringatan terakhir kepada Junimart Girsang.


Pemuda Pancasila mengklaim tidak mendapat perintah dari Ketua Umum mereka, Japto Soelistyo Soerjosoemarno, untuk mendemo Junimart. 


Aksi unjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR pekan lalu disebut sebagai bentuk kemarahan kader.


Pengurus pusat Pemuda Pancasila mengaku tidak bisa meredam kemarahan kader. 


Demo yang digelar anggota Pemuda Pancasila hingga berujung rusuh itu adalah murni inisiatif kader.


Ketua Umum Pemuda Pancasila disebut tidak bisa menyembunyikan kemarahannya kepada Junimart. 


Japto menilai pimpinan Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) itu seperti meminta Pemuda Pancasila membubarkan diri.


"Jelas marah dia," kata Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila Razman Nasution, Minggu (28/11/2021).


Namun demikian, Japto masih merespons pernyataan Junimart dengan tenang. Japto hanya meminta pernyataan Junimart diusut.


"Marahnya ya dengan meminta diusut pelaku. Kemudian memerintahkan saya untuk sampaikan sikap kita," ungkap Razman.


Seperti diketahui, perseteruan Pemuda Pancasila dengan Junimart berawal dari insiden bentrokan pada Jumat (19/11). 


Ketika itu Pemuda Pancasila terlibat bentrokan dengan Forum Betawi Rempug (FBR), yang berakibat terhadap kerusakan sejumlah posko.


Puncaknya, Pemuda Pancasila menggelar demo di depan Gedung MPR/DPR pada Kamis (25/11). 


Namun demo itu sempat tercoreng dengan ulah segelintir kader Pemuda Pancasila yang mengeroyok salah seorang anggota Polri.


Junimart Girsang memang sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Pemuda Pancasila. 


Permintaan maaf itu disampaikan pada hari yang sama dengan demo Pemuda Pancasila di depan Gedung DPR, pekan lalu.


"Saya sudah sampaikan permintaan maaf via media yang sama. Saya kira tidak perlu berpolemik lagi," sebut Junimart kepada wartawan, Kamis (25/11).


Anggota DPR daerah pemilihan (dapil) Sumatera Utara III itu merasa apa yang disampaikan terkait eksistensi Pemuda Pancasila adalah kritik membangun. Junimart mengimbau agar sesama anak bangsa mengutamakan perdamaian.


"Apabila saya dipersalahkan karena kritikal membangun itu, sebagai anak bangsa yang menjunjung tinggi asas perdamaian dan Pancasila, saya sudah sampaikan permintaan maaf," tutur Junimart.


Sebelumnya, politisi yang juga dikenal sebagai pengacara itu juga menilai pihak Pemuda Pancasila salah menafsirkan pernyataannya. 


Junimart merasa tidak pernah meminta Kementerian Dalam Negeri membubarkan Pemuda Pancasila. [Democrazy/dtk]