-->

Breaking

logo

29 November 2021

Pengamat Sebut Era Kepresidenan Megawati Jadi Akar Sistem Otoriter di Indonesia

Pengamat Sebut Era Kepresidenan Megawati Jadi Akar Sistem Otoriter di Indonesia

Pengamat Sebut Era Kepresidenan Megawati Jadi Akar Sistem Otoriter di Indonesia

DEMOCRAZY.ID - Ekonom senior, doktor Rizal Ramli menyebutkan jika saat Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai Presiden, sistem otoriter telah dimulai perlahan.


Kritikan tersebut diberikan Rizal Ramli dengan melihat kondisi yang terjadi di Indonesia saat ini.


Bagi Rizal Ramli, banyaknya kritikan kepada pemerintah yang dibungkam dengan sejumlah penangkapan menunjukkan bahwa saat ini Indonesia telah masuk ke sistem otoriter.


Berbicara tentang sistem otoriter, dilansir Pikiran-Rakyat.com dari YouTube milik Rizal Ramli, ia menyebutkan pada saat Megawati menjabat sebagai Presiden Indonesia, sistem otoriter mulai merangkak perlahan.


"Pemerintahan Megawati waktu itu mulai memperkenalkan sistem ketua umum partai berhak memecat anggota DPR. Itu yang menyebabkan anggota DPR enggak berani menyatakan apa-apa karena takut dipecat," kata Rizal Ramli.


Membandingkan dengan zaman B. J. Habibie dan Abdurrahman Wahid, anggota DPR tidak bisa dipecat kecuali melakukan tindak kriminal.


Setelah Habibie dan Abdurrahman Wahid tidak lagi menjadi pemimpi negara, aturan baru membuat ketua umum partai memiliki hak untuk memecat anggota DPR.


"Hal tersebut membuat pemerintah yang berkuasa seperti hari ini cukup merangkul sembilan ketua umum partai dan seluruh 575 anggota DPR jadi manut semua," ujar Rizal Ramli.


Dikatakan lebih lanjut oleh Rizal Ramli, adanya aturan tersebut membuat trias politika menjadi tidak berjalan.


"Padahal kan seharusnya trias politika jalan, antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif saling mengawasi. Ini malah melebur jadi satu," tuturnya. [Democrazy/pkry]