Pengakuan Mengejutkan Mantan Cleaning Service Bantu Curi Besi Kereta Cepat Ratusan Ton | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 17 November 2021

Pengakuan Mengejutkan Mantan Cleaning Service Bantu Curi Besi Kereta Cepat Ratusan Ton

Pengakuan Mengejutkan Mantan Cleaning Service Bantu Curi Besi Kereta Cepat Ratusan Ton

Pengakuan Mengejutkan Mantan Cleaning Service Bantu Curi Besi Kereta Cepat Ratusan Ton

DEMOCRAZY.ID - Salah satu pelaku pencurian ratusan kilogram besi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, di Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, adalah mantan cleaning service yang pernah bekerja di proyek tersebut. 


Pelaku adalah SU.  Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Makasar, Iptu Moch Zen mengatakan pihaknya masih terus mendalami keterangan dari kelima orang pelaku ini guna memburu buronan lain. 


Dari pengakuan SU, dia yang memberi tahu akses masuk ke dalam guna melakukan pencurian. 


"SU, (mantan cleaning service) Dia yang tahu akses ke dalam. Dia ikut termasuk di situ," ucap Zen kepada wartawan, Rabu 17 November 2021.


Kata Zen, SU paham betul situasi di lokasi. 


Bahkan, yang bersangkutan sampai tahu tempat penyimpanan besi-besi untuk proyek KCIC. 


Dirinya menambahkan, SU mendapat bagian dari hasil penjualan besi-besi proyek KCIC itu. Diduga pembagiannya sama rata. 


"Iya (dia koordinasi dengan pelaku). Yang jelas dia yang tahu akses terus lokasi, barang simpan di mana terus sama bantu. Dia (SU) tahu posisi barang (besi-besi) otomatis dia bantu angkat juga. Belum tahu (nominalnya berapa) mungkin pembagian rata. Tergantung hasilnya yang didapat," jelasnya.


Polisi Tangkap Penggondol Besi Kereta Cepat


Sebelumnya diberitakan, sebanyak lima orang dicokok polisi buntut menggondol besi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur. 


Komplotan ini bahkan mencuri ratusan ribu kilogram besi sejak bulan Juli lalu. Mereka adalah SA (24), SU (24), AR (30), MLR (24), dan DY (46). 


"Total inventaris barang yang hilang seberat 118.081 kilogram. Kalau dirupiahkan mencapai Rp1 miliar," ujar Kapolsek Makasar, Komisaris Polisi T.F Hutagaol kepada wartawan, Rabu 10 November 2021. [Democrazy/vv]