Pengakuan Mantan Teroris: Tidak Hanya MUI, TNI dan Polri Juga Sudah Disusupi Kelompok Radikal | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 17 November 2021

Pengakuan Mantan Teroris: Tidak Hanya MUI, TNI dan Polri Juga Sudah Disusupi Kelompok Radikal

Pengakuan Mantan Teroris: Tidak Hanya MUI, TNI dan Polri Juga Sudah Disusupi Kelompok Radikal

Pengakuan Mantan Teroris: Tidak Hanya MUI, TNI dan Polri Juga Sudah Disusupi Kelompok Radikal

DEMOCRAZY.ID - Mantan teroris yang juga pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan mengungkapkan bahwa kelompok radikal tak hanya ada di MUI melainkan juga sudah menyusup di tubuh TNI dan Polri. 


Tak hanya MUI, TNI maupun Polri, menurut mantan pelaku teroris ini kelompok radikal dan intoleran tersebut juga sudah menyusup ke hampir semua lembaga pemerintahan. 


Bahkan, kata Ken, tak lama lagi kelompok radikal di tubuh sejumlah lembaga itu akan berubah menjadi teroris karena pengaruh paham jihadi yang mereka serap.


“Kelompok intoleran dan radikal ini sudah menyusup ke lembaga formal, ke TNI, Polri, MUI dan semua lembaga. Selangkah lagi mereka menyerap paham jihadi, akan menjadi pelaku terorisme,” ujar Ken Setiawan, Rabu 17 November 2021. 


Ia pun menilai, masuknya paham radikal ke tubuh lembaga nasional itu adalah buah dari ketidaktegasan pemerintah dalam mengusut tuntas kelompok radikalisme di Indonesia.


“Ketidaktegasan pemerintahan terhadap kelompok radikal ini, justru membuat masyarakat bingung dan menimbulkan persepsi, jangan-jangan kelompok radikal ini memang dipelihara. Wajar masyarakat memiliki persepsi seperti itu, karena tidak tegasnya pemerintah dalam mencabut akar pohonnya,” tuturnya. 


Lebih lanjut, Ken Setiawan juga mengaku tidak kaget saat mendengar adanya penangkapan terduga teroris dari internal anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. 


Pasalnya, menurut Ken, dirinya sudah sejak mencurigai bahwa ada oknum MUI yang sebenarnya terpapar paham radikal dan terorisme.


Akan tetapi, lanjut Ken, kala itu oknum-oknum MUI tersebut tidak ditindak aparat lantaran belum memenuhi unsur tindak pidana terorisme. 


“Mungkin dahulu belum ditindak karena belum memenuhi unsur tindak pidana terorisme,” kata Ken Setiawan. 


Ken Setiawan juga mengatakan bahwa pernyataannya tentang adanya oknum MUI yang terindikasi terlibat jaringan radikal kerap dibantah. 


Menurutnya, hal itu lantaran MUI masih dianggap sebagai perwakilan para ulama yang berisi orang-orang saleh sehingga sangat dihormati. 


Padahal, menurut mantan teroris ini MUI bukanlah wadah sekumpulan ulama melainkan perkumpulan dari organisasi massa berbasis Islam. 


“Menurut saya, MUI bukan perkumpulan ulama, tetapi perkumpulan perwakilan ormas Islam,” ujarnya. [Democrazy/terkini]