Pemerintah Bantah Banjir di Sintang Karena Deforestasi, Jokowi Dianggap Bohong Lagi | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 17 November 2021

Pemerintah Bantah Banjir di Sintang Karena Deforestasi, Jokowi Dianggap Bohong Lagi

Pemerintah Bantah Banjir di Sintang Karena Deforestasi, Jokowi Dianggap Bohong Lagi

Pemerintah Bantah Banjir di Sintang Karena Deforestasi, Jokowi Dianggap Bohong Lagi

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik, Rocky Gerung menyebutkan jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali berbohong soal deforestasi.


Deforestasi disebut-sebut sebagai penyebab terjadinya banjir di Sintang, Kalimantan Barat selama hampir empat pekan.


Namun, pemerintah membantah jika banjir tersebut diakibatkan deforestasi.


Alih-alih mengakui banjir tersebut berasal dari deforestasi, pemerintah justru beruja jika bencana alam yang merendam ratusan rumah penduduk berasal dari kerusakan lingkungan pada masa lalu.


Dilansir dari YouTube Rocky Gerung Official, ia menyebutkan jika deforestasi merupakan fakta yang tidak bisa disembunyikan oleh pemerintah.


"Enggak mungkin bisa disembunyikan dengan statistik kecil atau dangkal dari pemerintah yang menyebutkan banjir itu bukan dari deforestasi," kata Rocky Gerung.


Dikatakan lebih lanjut oleh Rocky Gerung, jika pemerintah membantah banjir di Sintang bukan disebabkan oleh deforestasi, berarti kemungkinan lainnya adalah perubahan iklim yang ekstrim.


"Sekarang kita pergi ke LAPAN, BMKG, dan analis-analis indepen bahkan dari luar negeri mengatakan tidak ada cuaca ekstrim di atas Kalimantan. Justru yang ada jauh lagi yaitu perubahan arah angin dan intensitas hujan. Jadi sebetulnya tidak ada faktor lain selain deforestasi," ujar Rocky Gerung.


Rocky Gerung menyebutkan jika Jokowi asal berucap terkait penyebab banjir di Sintang yang bukan berasal dari deforestasi.


"Memang dari zaman dulu ada deforestasi, tetapi akumulasinya sekarang karena deforestasi paling maksimal berlangsung pada era Jokowi. Jadi itu intinya. Jadi Presiden dianggap bohong lagi," tutur Rocky. [Democrazy/pkry]