Paus Fransiskus Berterima Kasih Jurnalis Bantu Ungkap Skandal Seks di Gereja Katolik | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Minggu, 14 November 2021

Paus Fransiskus Berterima Kasih Jurnalis Bantu Ungkap Skandal Seks di Gereja Katolik

Paus Fransiskus Berterima Kasih Jurnalis Bantu Ungkap Skandal Seks di Gereja Katolik

Paus Fransiskus Berterima Kasih Jurnalis Bantu Ungkap Skandal Seks di Gereja Katolik

DEMOCRAZY.ID - Pemimpin Gereka Katolik dunia Paus Fransiskus pada Hari Sabtu mengucapkan terima kasih kepada para jurnalis, karena membantu mengungkap skandal pelecehan seksual para pastor yang awalnya coba ditutup-tutupi oleh Gereja Katolik Roma.


Paus Fransiskus memuji apa yang disebutnya "misi" jurnalisme, mengatakan sangat penting bagi wartawan untuk keluar dari ruang redaksi mereka, menemukan apa yang terjadi di dunia luar untuk melawan informasi yang salah yang sering ditemukan secara online.


"(Saya) terima kasih atas apa yang Anda katakan kepada kami tentang apa yang salah di Gereja, untuk membantu kami untuk tidak menyembunyikannya di bawah karpet, dan untuk suara yang Anda berikan kepada para korban pelecehan," kata Paus Fransiskus mengutip Reuters 13 November.


Paus Fransiskus berbicara dalam sebuah upacara untuk menghormati dua koresponden veteran, Philip Pullella dari Reuters dan Valentina Alazraki dari Noticieros Televisa dari Meksiko, atas karir panjang yang mereka habiskan untuk meliput Vatikan.


Skandal pelecehan seksual menjadi berita utama pada tahun 2002, ketika harian Amerika Serikat The Boston Globe menulis serangkaian artikel yang mengungkap pola pelecehan anak di bawah umur, oleh para pastor dan budaya penyembunyian yang meluas di dalam Gereja Katolik.


Sejak itu, berbagai skandal telah mengguncang Gereja di banyak negara, yang terbaru di Prancis di mana sebuah penyelidikan besar menemukan pada bulan Oktober bahwa para pendeta Prancis telah melakukan pelecehan seksual terhadap lebih dari 200.000 anak selama 70 tahun terakhir.


Para kritikus menuduh Paus Fransiskus terlalu lambat menanggapi skandal tersebut, setelah ia menjadi Paus pada tahun 2013 dan mempercayai kata-kata rekan klerusnya daripada kata-kata para korban pelecehan.


Tetapi, pada tahun 2018 dia mencoba untuk mengatasi kesalahan masa lalu, secara terbuka mengakui bahwa dia salah tentang sebuah kasus di Chili dan bersumpah bahwa Gereja tidak akan pernah lagi berusaha menutupi kesalahan seperti itu. Pada tahun 2019 Paus Fransiskus menyerukan "pertempuran habis-habisan" melawan kejahatan yang harus "dihapus dari muka bumi".


Paus Fransiskus pada Hari Sabtu mengatakan para jurnalis memiliki misi "untuk menjelaskan dunia, untuk membuatnya tidak terlalu kabur, untuk membuat mereka yang hidup di dalamnya tidak terlalu takut".


Untuk melakukan itu, dia mengatakan wartawan perlu "melarikan diri dari tirani" untuk selalu online. 


"Tidak semuanya bisa diceritakan melalui email, telepon, atau layar," pungkasnya. [Democrazy/voi]