Padahal Enggak Nyamar, Eh Gibran Malah Enggak Dikenali Warganya Saat Sidak Pelanggaran Prokes | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 10 November 2021

Padahal Enggak Nyamar, Eh Gibran Malah Enggak Dikenali Warganya Saat Sidak Pelanggaran Prokes

Padahal Enggak Nyamar, Eh Gibran Malah Enggak Dikenali Warganya Saat Sidak Pelanggaran Prokes

Padahal Enggak Nyamar, Eh Gibran Malah Enggak Dikenali Warganya Saat Sidak Pelanggaran Prokes

DEMOCRAZY.ID - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memergoki petugas dan guru sekolah langgar protokol kesehatan hingga harus melakukan aksi parkir mobil dinas di SDN Nusukan Barat kemarin. 


Hal yang tak terduga terjadi saat petugas sekolah itu menyambut Gibran tanpa mengenakan masker.


Gibran sendiri menduga petugas sekolah tersebut tidak mengenali dirinya. 


Sebab saat sidak, Gibran tidak mengenakan seragam dinas, melainkan kemeja biasa.


Saat masuk ke gerbang, ada petugas tak bermasker yang membukakan pintu. Gibran juga memeriksa ke ruang-ruang dan menemukan guru tak bermasker.


Meski demikian, Gibran menampik jika disebut menyamar saat melakukan sidak tersebut. Dia saat itu menggunakan mobil dinas berpelat merah AD 1 A.


"Nyamar piye (nyamar gimana), pakai mobil dinas, orang mesti ngerti. Tapi orang yang membukakan saya gerbang nggak ngerti saya siapa. Saya masuk gurunya nggak pakai masker. Aku sing ra dikenal (saya yang nggak dikenal)," kata Gibran kepada wartawan saat ditanya soal proses sidaknya di SDN Nusukan Barat.


Hal ini disampaikan Gibran kepada wartawan usai menghadiri upacara Hari Pahlawan di TMP Kusuma Bhakti, Solo, Rabu (10/11/2021).


Mengetahui adanya pelanggaran prokes, Gibran lalu memarkir mobil dinasnya di kawasan SD tersebut. 


Dia kemudian meninggalkan lokasi dengan menumpang mobil Paspampres.


Gibran mengingatkan kepada para guru agar memberi contoh disiplin prokes kepada murid-muridnya. 


Dia menyatakan siswa SD merupakan kelompok rentan terpapar COVID-19.


"Yang jelas itu, guru, staf sekolah mohon tertib, anak-anak SD itu belum divaksin dan sangat rentan terpapar. Makanya guru pakai masker, kemarin nggak pakai masker, makanya muridnya pada nggak pakai masker," tegasnya. [Democrazy/dtk]