Musni Umar: Umat Islam di Indonesia Mayoritas, Tetapi Lemah Hampir Dalam Segala Hal | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 22 November 2021

Musni Umar: Umat Islam di Indonesia Mayoritas, Tetapi Lemah Hampir Dalam Segala Hal

Musni Umar: Umat Islam di Indonesia Mayoritas, Tetapi Lemah Hampir Dalam Segala Hal

Musni Umar: Umat Islam di Indonesia Mayoritas, Tetapi Lemah Hampir Dalam Segala Hal

DEMOCRAZY.ID - Sosiolog, Musni Umar mengatakan bahwa umat Islam di Indonesia adalah mayoritas, tetapi lemah hampir dalam segala hal. Hal tersebut ia sampaikan dalam tulisan berjudul “Tanpa Pegang Kekuasaan Politik Yang Kuat, Umat Islam Dipecah Belah Terus Menerus” yang diterbitkan di Arahjaya.  


“Sebagaimana sering dikemukakan bahwa umat Islam di Indonesia mayoritas, tetapi lemah hampir dalam segala hal,” kata Musni Umar, Senin, 22 November 2021.


Rektor Universitas Ibnu Chaldun ini pun menyebutkan beberapa alasan mengapa ia menilai bahwa umat Islam lemah dalam banyak hal. 


Pertama, menurutnya, umat Islam dipecah belah. Ia menyinggung bahwa Allah memerintahkan di dalam Al-Qur’an untuk bersatu, tetapi faktanya bercerai berai.


“Kedua, terlalu dominan kepentingan pribadi dan golongan ketimbang kepentingan umat, sehingga pihak lain memanfaatkan mereka,” katanya. 


Ketiga, lanjut Musni Umar, adanya egoisme para pemimpin, sulit bersinergi karena egois mau menonjol dan menang sendiri. 


Keempat, katanya, umat Islam masih banyak yang kurang pendidikan dan buta politik sehingga mereka menjadi obyek perebutan kekuasaan dalam pemilu.


“Kelima, politik dan ekonomi, umat tidak kuasai. Mereka hanya follower (pengikut) dari penguasa politik dan ekonomi,” ungkapnya. 


Keenam, menurut Musni Umar, mayoritas umat Islam masih miskin sehingga mudah diperdaya dan dibeli dengan politik uang dalam pemilu. 


Ia pun menilai bahwa Umat Islam yang mayoritas terus tidak berdaya dan semakin diperparah keadaan mereka karena tidak bersatu. 


Umat Islam, menurut Musni Umar, dipecah belah sehingga tidak pernah memegang kekuasaan politik yang kuat. 


“Dalam bidang politik, posisi umat Islam tidak menguntungkan. Mayoritas umat Islam, tetapi tidak tercermin dalam partai politik yang memperjuangkan aspirasi umat Islam, membela umat Islam dan Islam serta ulama, termasuk dalam perolehan suara partai politik Islam di DPR RI,” katanya. 


Selain itu, Musni Umar juga menilai bahwa dalam bidang ekonomi, umat Islam sangat jauh tertinggal. 


Menurutnya, untuk mewujudkan kesetaraan dalam bidang ekonomi, kuncinya terletak kepada politik. 


Musni Umar mengatakan bahwa selagi umat Islam tidak memegang kekuasaan politik, tidak akan pernah ada kesetaraan dalam berbagai bidang dan umat akan terus mengalami demoralisasi dengan isu radikal, teroris, ekstrem, Islam garis keras, kadrun dan sebagainya. 


“Hanya dengan berjuang dan sukses meraih kekuasaan politik secara demokratis, keadaan akan berubah ke arah yang lebih baik dan lebih menguntungkan seluruh bangsa Indonesia,” katanya. [Democrazy/terkini]