Membayangkan KSAD Jenderal Dudung 'Hidupkan' Sistem Orde Baru Sikat Massa Ekstrem Kiri dan Kanan | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 25 November 2021

Membayangkan KSAD Jenderal Dudung 'Hidupkan' Sistem Orde Baru Sikat Massa Ekstrem Kiri dan Kanan

Membayangkan KSAD Jenderal Dudung 'Hidupkan' Sistem Orde Baru Sikat Massa Ekstrem Kiri dan Kanan

Membayangkan KSAD Jenderal Dudung 'Hidupkan' Sistem Orde Baru Sikat Massa Ekstrem Kiri dan Kanan

DEMOCRAZY.ID - Babinsa bergerak ke seluruh pelosok Tanah Air mencari siapa saja yang tercium melakukan gerakan dan pemikiran ekstrem kiri dan kanan.


Mungkin gambaran itu yang akan terjadi saat KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman akan menerapkan sistem di era Soeharto dalam menyikapi dugaan radikalisem yang ada.


Sampai-sampai Jenderal Dudung mengeluarkan istilah, jarum jatuh pun harus didegar oleh anggotanya.


"Saya bilang, kalau ada informasi-informasi, saya akan berlakukan seperti zaman Pak Soeharto dulu. Para Babinsa itu harus tahu, jarum jatuh pun dia harus tahu," ungkap Dudung.


Tokoh Nahdlatul Ulama atau NU, Umar Hasibuan menanggapi pernyataan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman.


Pasalnya, Dudung Abdurachman ingin menerapkan sistem pada zaman Presiden Soeharto.


Menurut Gus Umar, sapaan akrabnya, Dudung Abdurachman hendak memunculkan zaman orde baru di Indonesia.


"Welcome orde baru," kata Gus Umar seperti dilansir dari akun Twitter @UmarHasibuan75 pada 23 November 2021.


Diketahui sebelumnya, KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman akan memerintahkan seluruh prajurit TNI AD turun tangan mencegah gerakan radikalisme.


Dudung meminta seluruh elemen, mulai dari prajurit TNI AD hingga Babinsa peka terhadap perkembangan situasi.


"Saya akan perintahkan seluruh prajurit peka terhadap perkembangan situasi menyangkut ekstrem kiri dan kanan," ujar Dudung Abdurachman.


Dudung pun tak segan untuk menerapkan sistem seperti pada zaman Presiden Soeharto.


Akan tetapi, Dudung tidak menjelaskan secara detail terkait pernyataan itu.


"Saya bilang, kalau ada informasi-informasi, saya akan berlakukan seperti zaman Pak Soeharto dulu. Para Babinsa itu harus tahu, jarum jatuh pun dia harus tahu," ungkap Dudung Abdurachman.


Dudung menegaskan, untuk segera mengambil tindakan bila ada organisasi yang mencoba mengganggu keamanan NKRI.


"Jadi, kalau ada organisasi yang coba mengganggu persatuan dan kesatuan, jangan banyak diskusi, jangan terlalu banyak berpikir tetapi lakukan," tuturnya. [Democrazy/pkry]