MGPA Klaim Pembongkaran Kargo Ducati Sesuai Aturan, Malah Salahkan yang Rekam | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 11 November 2021

MGPA Klaim Pembongkaran Kargo Ducati Sesuai Aturan, Malah Salahkan yang Rekam

MGPA Klaim Pembongkaran Kargo Ducati Sesuai Aturan, Malah Salahkan yang Rekam

MGPA Klaim Pembongkaran Kargo Ducati Sesuai Aturan, Malah Salahkan yang Rekam

DEMOCRAZY.ID - Pembongkaran kargo Ducati jelang bergulirnya seri ke-13 World Superbike (WSBK) Indonesia 2021, di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), dianggap sudah sesuai aturan.


Hal itu disampaikan Direktur Utama Mandalika, Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ricky Baheramsjah, menanggapi pembongkaran kargo Ducati yang jadi sorotan media asing.


Ricky mengklaim pihaknya telah berkerja sesuai prosedur dalam pemeriksaan kargo logistik tim-tim yang akan berlaga pada WSBK Indonesia 2021.


Balapan WSBK Indonesia 2021 sendiri akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 19-21 November 2021.


Sebelumnya diberitakan oknum panitia lokal MGPA ketahuan membongkar kargo motor Ducati.


Fakta itu membuat petinggi Tim Ducati marah besar karena motor milik pembalapnya, Michael Rinaldi, diutak-atik panitia lokal.


Insiden ini mencuat setelah media asal Jerman, mendapat kiriman gambar berupa video dari korespondennya di Indonesia.


Dalam rekaman itu terlihat panitia lokal MGPA sedang mengutak-atik motor milik pembalap Ducati Michael Rinaldi.


Dilansir dari Speedweek, Rabu (10/11), beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang karyawan sirkuit tengah membuka kargo motor Ducati.


Hal itu ternyata membuat petinggi Ducati geram karena hal tersebut dilakukan tanpa izin.


Direktur Eksekutif WSBK, Gregorio Lavilla langsung meminta maaf dan akan mengambil tindakan tegas.


“Kami sungguh meminta maaf. Kejadian ini berada di luar kendali kami. Pegawai yang bersangkutan sudah dipecat,” ungkap Lavilla.


Sementara Direktur MGPA, Ricky Baheramsjah dalam keterangan tertulisnya, membantah pihaknya tidak bekerja profesional. Sebaliknya, dia mengklaim telah menjalankan prosedur sesuai aturan.


“Pemeriksaan kargo logistik dilakukan sesuai aturan, telah mendapat ijin dan didampingi pihak Dorna selama proses berlangsung.”


“Keterlibatan pihak Freight Forwarder mendapat izin dari Dorna Sport dan Bea Cukai untuk membuka peti dan memeriksa karena perlu mengambil nomor sasis. Untuk itu, mereka mendapat izin khusus dari Dorna Sport untuk membuka peti untuk memeriksa isi kargo,” kata Ricky, Kamis (11/11/2021).


Ricky justru menyayangkan adanya pihak tidak bertanggung jawab yang telah mendekati motor dan mengambil video tanpa izin, lalu mempublikasikannya sehingga menimbulkan keresahan dan kesalahpahaman di antara pelaku industri balap motor.


“Kami meminta maaf kepada pecinta balap motor tanah air dan internasional atas insiden yang terjadi. Saya pribadi telah mendiskusikan ini dengan Dorna dan meminta maaf dua hari lalu dan mereka dapat mengerti.”


“Saya juga menawarkan untuk berbicara dengan Ducati untuk menjelaskan apa yang terjadi. Sebagai tindak lanjut, kami memastikan adanya pembatasan jumlah orang yang diizinkan masuk dan keluar Pitlane selama proses pemeriksaan,” jelasnya. [Democrazy/pojok]