MENTERI-MENTERI 'PEKERJA KERAS' ERA JOKOWI | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 10 November 2021

MENTERI-MENTERI 'PEKERJA KERAS' ERA JOKOWI

MENTERI-MENTERI 'PEKERJA KERAS' ERA JOKOWI

MENTERI-MENTERI 'PEKERJA KERAS' ERA JOKOWI


MENTERI-MENTERI PEKERJA "KERAS" ERA JOKOWI


Sungguh menteri-menteri dalam kabinet Jokowi itu pekerja keras semua. Kita ajah yang suka salah pikir!


Bisa-bisanya kita sering nyinyiran mereka. Padahal mereka sudah berjuang sedahsyat itu. Demi apa? Demi Cinta. Tsahhhh.😍


Coba tengok MENTERI KEHUTANAN, Mbak Siti Nurbaya (bukan pasangan si Samsul Bahri apalagi Datuk Maringgih). Dengan lantang dan berani si mbak mengatakan kalau pembangunan infrastruktur besar-besaran ala Jokowi tidak boleh berhenti atas nama emisi karbon dan deforestasi.


Menteri yang kita pikir bertugas untuk menjaga hutan dengan segala isi dari berbagai macam permasalahan yang dapat merusaknya ini ternyata malah woles dan permisif ajah kalau pembangunan mengakibatkan deforestasi dan tercemarnya lingkungan.


Kita pikir ia akan bekerja keras menjaga hutan agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh anak-cucu kita. Ternyata hanya untuk anak-cucu siapa tauk aye males nyebutnya! 


Ada lagi MENTERI KEUANGAN, Mbak Sri Mulyani. Mbak Sri yang sering dinobatkan sebagai perempuan paling pinter ngatur duit di Indonesia, bahkan duniapun mengakuinya ini bilang: "Kalau sekarang kalian belajar dengan subsidi kuota internet, itu tidak berarti gratis karena yang membayar adalah negara."


Kita pikir selama ini si mbaknya sudah tauk kalau hidup bernegara itu tidak gratis. Ada macam-macam pajak yang harus dibayar setiap warga negara. Kita juga berpikir bahwa mbak Sri mahfum kalau pajak-pajak itulah yang jadi sumber utama pendapatan negara. Yang kemudian penggunaannya diatur dan dituangkan ke dalam APBN.


Ternyata Mbak Sri kayaknye gak tauk, gaes. Pantes ajah kuota internet gratis itu (menurut komenortu-ortu di lapak berita tersebut) belum merata disetiap daerah. Mungkin karena Mbak Sri pikir ini semua negara yang bayar dan rakyat tinggal ongkang-ongkang kaki nerima gratisan. Padahal pan kite yang bayar. 😭


Mana ada hidup bernegara bisa gratis, Mbak. Mau miskin atau kaya semua wajib bayar pajak! Apa yang diberi negara itu asalnya dari rakyat. Termasuk gaji Mbak beserta jajaran, kawan sejawat juga atasan.


Ada jugak MENTERI yang kerjaannye ngumumin PPKM melulu. Siape lagi kalok bukan the lord you know who yang dalem pekan ini dah keseringan aye sebut namanye sampe bosen! 😤


Ini menteri segala rupa dan segala bisa. Pinternye gak ketulungan dah! Bayangin, beliau yang saban kalik tampil di tv dengan muka penuh keprihatinan terhadap rakyat saat mengumumkan perpanjangan PPKM, penemuan varian baru virus, perubahan kebijakan terkait pandemi ternyata adalah... JENGJENG JENG!!!


Beliau adalah pebisnis tulen yang gak cari untung. Harga reagen PCR yang cuman 13 ribuan bisa disulap jadi jutaan pas awal-awal pandemi. Bahkan perusahaan sang lord menurut berita bisa menservice 5000 orang dalam sehari. 


Dan semua itu ia lakukan demi rakyat. Beliau bilang rakyat yang diuntungkan atas mahalnya biaya PCR ini, si lord mah gak untungapa-apa! RUARRR BIASA!!!


Ada lagi MENTERI PENDIDIKAN. Om Nadiem Makarim yang kita pikir bakal bikin gebrakan revolusioner pada kurikulum pendidikan Indonesia ternyata malah mikirin hal lain yang lebih urgent. Yaitu membuat peraturan yang menurut pengamat pendidikan, isinya malah cenderung melegalkan perbuatan asusila dan seks bebas di kalangan dan lingkungan pendidikan.


Intinya gapapa mesum kalau suka sama suka. Mau pegangan tangan, sentuh bagian terlarang, cipokan atau pacaran sesama jenis pun gak masalah kalau atas dasar suka sama suka tanpa paksaan.


Gak percaya? Baca ajah Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021. Yang jelas bertentangan dengan Pasal 31 UUD 1945 yang menugaskan pemerintah untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.


Terus ada siapa lagi ya? Nah, MENKOMINFO. Om Johnny bilang kalau ada suatu berita, saat pemerintah bilang itu hoax maka hal itu adalah hoax! Cakep kannnn.


Kebenaran diukur dari pernyataan pemerintah, rakyat kudunya langsung percaya ajah. Gak usah mikir, gak usah menganalisis, gak usah jadi kritis. Pokoknya nurut pemerintah.


Ada MENTERI SOSIAL yang maling dana bansos. Dan digantikan oleh yang hobi menggebak dan menembak. Pake pulpen tapi. Dahsyat lah!


Ada MENPORA yang gak kenal atlitnya dan bikin bendera Indonesia gak berkibar di beberapa event olahraga internasional.


Ada MENTERI AGAMA yang, ahsudahlah,,,, Males aye bahasnya.


Kalo mau dijabarin semua nih tulisan mungkin bisa nambah 3000 karakter lagi. Tapi apa gunanya cobak?


Wong jelas kenyataannya Menteri-Menteri itu sudah bekerja keras. Kita ajah yang salah pikir.


Kita pikir mereka kerja buat mikirin kita selakurak yatnya. Ternyata kita cuma GR saja!


Ttd.

(Rara)