Luhut-Erick Dilaporkan soal Dugaan Bisnis PCR, Ketua KPK: Bakal Ditindak, Kalau Terbukti Ya | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 11 November 2021

Luhut-Erick Dilaporkan soal Dugaan Bisnis PCR, Ketua KPK: Bakal Ditindak, Kalau Terbukti Ya

Luhut-Erick Dilaporkan soal Dugaan Bisnis PCR, Ketua KPK: Bakal Ditindak, Kalau Terbukti Ya

Luhut-Erick Dilaporkan soal Dugaan Bisnis PCR, Ketua KPK: Bakal Ditindak, Kalau Terbukti Ya

DEMOCRAZY.ID - Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir dilaporkan ke KPK terkait dugaan keterlibatan dalam bisnis tes PCR. Begini tanggapan Ketua KPK Firli Bahuri.


"KPK sangat mendengar suara rakyat, KPK sungguh-sungguh memperhatikan apa keinginan rakyat, keinginan rakyat, satu, bahwa negara Indonesia bebas dari praktik-praktik korupsi," kata Firli usai acara di Gedung Gradika Bakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jateng, Semarang, Kamis (11/11/2021).


Ia menjelaskan, jika memang laporan terhadap Luhut dan Erick itu terbukti, maka akan ada tindakan. 


Saat ini yang akan dilakukan KPK adalah mengumpulkan keterangan dan bukti.


"Kalau itu terjadi tentu KPK mengikuti prosedur, ketentuan hukum, mencari keterangan dari pihak yang mengetahui, yang mendengar, yang melihat kejadian, mengumpulkan bukti-bukti apakah betul ada tindak pidana korupsi atau tidak, kalau betul ada, tentu kita proses secara hukum," jelasnya.


Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir resmi dilaporkan ke KPK. 


Pelaporan itu terkait dugaan keterlibatan dua menteri itu dalam bisnis tes PCR.


"Pertama, kami ingin melaporkan desas-desus di luar, ada dugaan beberapa menteri yang terkait dengan bisnis PCR, terutama kalau yang sudah disebut banyak media itu adalah Menko Marves sama Menteri BUMN Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir dan di tengah situasi keresahan masyarakat ada pandemi, situasi ekonomi belum pulih, kita ada dengar bisnis pejabat dalam PCR ini," kata Wakil Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) Alif Kamal di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (4/11). [Democrazy/dtk]