LBP: Saya Sendiri yang Ngerjain, Nyumbang Juga Iya, Tambah Dibully Lagi...Lengkap Sudah Penderitaan Saya..!! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 10 November 2021

LBP: Saya Sendiri yang Ngerjain, Nyumbang Juga Iya, Tambah Dibully Lagi...Lengkap Sudah Penderitaan Saya..!!

LBP: Saya Sendiri yang Ngerjain, Nyumbang Juga Iya, Tambah Dibully Lagi...Lengkap Sudah Penderitaan Saya..!!

LBP: Saya Sendiri yang Ngerjain, Nyumbang Juga Iya, Tambah Dibully Lagi...Lengkap Sudah Penderitaan Saya..!!

DEMOCRAZY.ID - Akhir-akhir ini sedang ramai diperbincangkan adanya beberapa menteri di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disebut-sebut mengambil keuntungan dari pengadaan tes PCR.


Salah satu menteri yang disebut melakukan tindak pelanggaran itu adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan.


Namun, Luhut sudah berulang kali mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak melakukan tindak pelanggaran itu.


Hal tersebut coba diklarifikasi Luhut saat dia diundang untuk hadir sebagai tamu di Podcast YouTube Deddy Corbuzier.


Jika masih banyak orang yang mencurigai dirinya, Luhut pun menegaskan kalau dia sangat siap untuk diaudit dan diperiksa.


Luhut enggan melakukan sumpah apapun dan hanya bersedia untuk dilakukan pengauditan agar semua permasalahan bisa segera selesai.


“Audit aja, emang saya juga suka diaudit. Lah kan biar jangan ada dusta diantara kita,” kata Luhut.


“Paling gampang udahlah jangan sumpah-sumpah, besok suruh diaudit gitu, ada nggak saya menerima deviden gitu,” tambahnya.


Kemudian Luhut menjelaskan mengapa ada nama dirinya di PT Genomik Solidaritas Indonesia (PT GSI).


Perushaan tersebut merupakan salah satu perusahaan swasta yang menjalankan bisnis tes PCR.


Luhut menyebut dirinya justry yang menyetujui adanya bantu pengadaan dana tes PCR, Genose, alat-alat dan lainnya agar bisa disumbangkan kepada masyarakat.


Seluruh hal itu dilakukan oleh Luhut dengan menggunakan uang dari perusahaannya sendiri dan bukam dari uang lain.


Bahkan uang yang digunakan dari perusahaan itu juga diklaim Luhut sebagai uang milik dirinya pribadi.


“Saya itu nyumbang ded, tapi enggak enak, dibuat tangan kiri terus tangan kanan tahu. Itu kan enggak elok. Mereka yang ngadain saya hanya ngasih duit enggak tahu berapa milliar saya kasih,” ucap Luhut.


Luhut pun akhirnya bingung kenapa dirinya masih saja terkena bully oleh publik padahal sudah berusaha keras membuat bantuan di masa pandemi Covid-19 ini.


“Saya udah ngerjain, saya udah nyumbang, dibully lagi… jadi lengkap lah penderitaan itu,” imbuhnya.


“Sekarang apa susahnya sih ded? Lu audit aja itu selesai kok, ngapain jadi mulut-mu capek-capek nyumpahin orang padahal kamu sendiri belom tentu nyumbang dan di mana kamu tadi pas ramai-ramai Covid gitu,” ucapnya menambahkan. [Democrazy/poskota]