Kuliti Kejanggalan IBC Beli Perusahaan Mobil Listrik Jerman, Ahok: Kenapa Tak Gandeng China? | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 26 November 2021

Kuliti Kejanggalan IBC Beli Perusahaan Mobil Listrik Jerman, Ahok: Kenapa Tak Gandeng China?

Kuliti Kejanggalan IBC Beli Perusahaan Mobil Listrik Jerman, Ahok: Kenapa Tak Gandeng China?

Kuliti Kejanggalan IBC Beli Perusahaan Mobil Listrik Jerman, Ahok: Kenapa Tak Gandeng China?

DEMOCRAZY.ID - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan kejanggalan rencana dari Indonesia Battery Corporation (IBC) yang berniat membeli perusahaan mobil listrik asal Jerman.


Ahok mengaku sebagai dewan komisaris Pertamina telah menerima paparan mengenai rencana pembelian tersebut.


Namun yang membuatnya curiga dari paparan tersebut ialah mengenai tujuan pembelian perusahaan Jerman ini untuk masuk pasar AS dan China. 


Dia pun mempertanyakan dasar dari pembelian perusahaan.


“Saya denger ini PT IBC ini mau beli pabrik mobil Jerman ini, itu PPI pernah paparan kepada kami dekom (dewan komisaris), kami bilang narasinya apa mesti beli mobil listrik Jerman. ‘Supaya kita bisa masuk pasar Amerika, masuk pasar China’. 


Itu yang saya bilang hati-hati, anda enggak boleh ingin boleh sesuatu, anda mengarang atau memberikan future valuasinya ke depan, dasarnya apa, valuasi future, ini barang baru,” kata Ahok dalam saluran YouTube Panggil Saya BTP Jumat, 25 November 2021.


Ahok Beri Contoh Gandeng Perusahaan China Karena Terkenal Murah


Terlebih menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, Indonesia sendiri punya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang mampu mengembangkan mobil listrik.


Kendati demikian apabila nantinya pengembangan mobil listrik masih kurang, tentu bisa bekerja sama atau melakukan kolaborasi dengan perusahaan lain yang mampu membantu bangsa Indonesia dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik.


Sebagai contoh, kata Ahok, IBC bisa bekerja sama dengan salah satu pabrik mobil listrik asal China yang terkenal murah, yakni Wuling.


Menggandeng perushaan mobil semacam ini bukanlah hal yang baru. Sebelumnya pemerintah juga sempat menggandeng produsen mobil besar seperti Hyundai dan KIA.


Oleh sebab itu Ahok menilai terobosan itu perlu dilakukan supaya bangsa Indonesia bisa mengembangkan sendiri kendaraan listrik.


“Lu udah tahu kok pakai perasaan kamu deh, anda mau bikin mobil listrik, udah punya aki kita, lebih baik ngembangin anak-anak ITS. Kalau anda masih kurang ngerti kenapa enggak ngajak Wuling atau yang perusahaan China ‘gue mau bikinin mobil pakai merek gue, boleh nggak?’ Boleh to. 


Masih inget nggak Hyundai jadi Bimantara, KIA jadi Timor. It’s OK kenapa nggak lakuin seperti itu supaya anda bisa berkembang,” tutur Ahok.


Ahok mengaku tak punya pengetahuan yang banyak. Namun, jika ada keterangan yang tidak beres, ia dengan cepat bisa menangkap hal tersebut.


“Makanya saya bilang, saya bukannya punya pengetahuan yang banyak. Tapi ketika anda bicara depan saya, saya kejar ngomong-ngomong anda mulai ngaco, saya sudah bisa dengan cepat nangkap anda mens rea-nya nggak beres,” ujarnya.


“Bos di Amerika ada Tesla bos, di China aduh, Wuling cuma Rp 50 juta mobil listrik,” imbuh Ahok.


Sebagaimana diketahui IBC merupakan perusahaan yang dibentuk oleh sejumlah perusahaan BUMN. Pertamina merupakan salah satu pemegang sahamnya. [Democrazy/hops]