Kritik Rencana Reuni 212, Ferdinand: Apa Sih Gunanya? Jangan Bikin Kerumunan dan Nyebarin Virus! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 11 November 2021

Kritik Rencana Reuni 212, Ferdinand: Apa Sih Gunanya? Jangan Bikin Kerumunan dan Nyebarin Virus!

Kritik Rencana Reuni 212, Ferdinand: Apa Sih Gunanya? Jangan Bikin Kerumunan dan Nyebarin Virus!

Kritik Rencana Reuni 212, Ferdinand: Apa Sih Gunanya? Jangan Bikin Kerumunan dan Nyebarin Virus!

DEMOCRAZY.ID - Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengaku tak setuju dengan digelarnya Reuni Akbar 212 di Jakarta. 


Sebab, menurutnya, kegiatan tersebut sama sekali tak berguna dan hanya buang-buang waktu saja.


Diketahui, sebelumnya, Wakil Gubernur Jakarta, Ahmad Riza Patria meminta panitia 212 memikirkan kembali rencana menggelar reuni tersebut. 


Mengingat, aksi kumpul-kumpul bisa memicu penyebaran virus corona.


Menanggapi hal tersebut, Ferdinand mendesak Riza Patria tak hanya memberi peringatan kepada mereka, melainkan langsung melarangnya. 


Sebab, yang dibutuhkan rakyat dari pemimpin adalah ketegasannya.


“Larang dong Pak Riza Patria dengan tegas. Jangan suruh mikir (mereka) yang enggak punya akal,” tulis Ferdinand melalui akun Twitter resminya, Kamis 11 November 2021.


Lebih jauh, Ferdinand mengingatkan, Riza Patria dan Anies Baswedan semestinya bisa kompak melarang kegiatan tersebut. 


Lagipula, kata dia, reuni 212 merupakan event atau acara yang sama sekali tak berguna.


“Bapak sebagai wakil gubernur dan Anies Baswedan sebagai gubernur harus tegas menyatakan melarang aksi 212 yang entah untuk apa dan tak berguna itu,” tuturnya.


Ferdinand Ingatkan Reuni 212 Bisa Tularkan Virus Corona


Selain tak berguna, Reuni 212 juga bisa membahayakan para pesertanya. Sebab, dengan berkerumun ramai-ramai, mereka berpotensi terpapar virus corona.


“Hanya akan membuat kerumunan orang-orang yang berpotensi (menyebarkan) virus Covid-19,” tegasnya.


Sebelumnya, Riza Patria mengingatkan, Reuni 212 sepatutnya tak digelar tahun ini. 


Sebab, meski pandemi mulai landai, bukan berarti warga sudah boleh berkerumun.


“Nanti kita akan lihat ya. Sejauh ini kami minta, karena ini masa pandemi, tentu harapan kita semua kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan dan berpotensi penyebaran kita harap dipikirkan kembali, dipertimbangkan kembali sampai Jakarta betul-betul aman.”


“Tentu harus kita perimbangkan baiknya untuk dipikirkan kembali agar tidak menjadi kluster baru Covid-19,” kata Riza. [Democrazy/hops]