Kondisi Tak Kondisif Hingga Ada Perang Dingin Antar Ketua PBNU, NU Mulai Retak? | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 24 November 2021

Kondisi Tak Kondisif Hingga Ada Perang Dingin Antar Ketua PBNU, NU Mulai Retak?

Kondisi Tak Kondisif Hingga Ada Perang Dingin Antar Ketua PBNU, NU Mulai Retak?

Kondisi Tak Kondisif Hingga Ada Perang Dingin Antar Ketua PBNU, NU Mulai Retak?

DEMOCRAZY.ID - Dua tokoh petinggi Pengurus Besar Nahdlatul ulama (PBNU) terlibat ‘perang dingin’ dan saling balas pernyataan terkait penyelenggaraan Muktamar ke-34 NU.


Perselisihan itu terjadi antar kedua Ketua PBNU yakni Habib Muhammad Salim Al Jufri dengan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.


Sengketa keduanya bermuara dari keinginan Gus Ipul yang menyarankan agar Muktamar NU dimajukan sepekan lebih awal dari rencana semula.


Gus Ipul beralasan, melihat dinamika kebijakan yang ada, mengingat pemerintah berencana meningkatkan PPKM ke level 3 pada saat libur akhir tahun.


Di sisi lain, Gus Ipul juga menyayangkan pernyataan Sekjen PBNU yang menyebut Muktamar harus ditunda. Padahal ada opsi lain yakni mempercepat Muktamar.


Menurutnya, Muktamar NU dipercepat sangat mungkin dilakukan. Salah satu antisipasi atau caranya ialah dengan mengurangi jumlah peserta yang hadir.


Habib Salim Imbau Agar Gus Ipul Tak Provokatif Hingga Bongkar Sikapnya


Terkait keinginan dipercepatnya Muktamar NU, Habib Salim menganggap bahwa pernyataan dari Gus Ipul terkesan provokatif.


“Kalau menggunakan asosiasi umum, makna tidak kondusif bisa berarti PBNU sedang kacau balau, situasi kantor sedang tidak mendukung untuk terjadinya aktivitas. Ini provokatif sekali lho,” urai Habib Salim dalam keterangan tertulis kepada wartawan seperti dikutip, pada Selasa, 23 November 2021.


Sebagai sesama pengurus PBNU, Habib Salim berharap semua pihak tetap tenang.


Dia juga meminta supaya tidak ada pihak yang terseret pada provokasi-provokasi yang tidak semestinya.


“Kita semua keluarga besar NU harus tetap memberikan dukungan untuk menciptakan suasana yang teduh. Jangan mudah terjebak pada propaganda negatif macam begini,” ujar Habib Salim.


Untuk sekarang ini situasi kantor PBNU sendiri terbilang normal, bahkan adem ayem seperti biasa. Sejumlah kegiatan lembaga dan badan juga berjalan tanpa kendala.


Habib Salim juga menyayangkan sikap dari Gus Ipul sebagai Ketua PBNU yang hanya aktif saat momen politik seperti Muktamar NU saja.


“Saya memang tidak terlalu sering ke kantor PBNU. Tapi insyaallah masih aktif mengikuti perkembangan di PBNU. Maaf-maaf ya, Gus Ipul itu Ketua PBNU yang hanya aktif pada saat ada momentum politik, muktamar atau pemilu. Beliau di grup WA saja tidak pernah nongol. Mana tahu kondisi PBNU dan perkembangan tentang SK-SK PWNU dan PCNU,” imbuhnya.


Gus Ipul Sebut Kondisi PBNU Memang Sudah Tak Kondusif


Gus Ipul menanggapi balik pernyataan Habib Salim. Dia menilai bahwa pernyataannya tidak provokatif dan hanya mengungkapkan fakta yang ada mengenai situasi PBNU saat ini.


“Saya tidak provokatif, saya mengungkapkan fakta, itu aja. Itu hasil pertemuan dengan teman-teman wilayah, saya mengungkapkan fakta saja,” kata Gus Ipul saat ditemui di Pasuruan.


Lebih lanjut Gus Ipul mempersilakan pernyataannya terkait fakta-fakta yang ada di PBNU dibantah, jika memang tidak benar.


Dia pun menyebut bahwa kondisi PBNU saat ini sudah tidak kondusif lantaran diserang berbagai masalah, mulai dari masalah politik dan administrasi.


“Sekali lagi, kondisi di PBNU saat ini sudah tidak kondusif. Ada masalah politik dan administrasi yang mengganggu konsolidasi organisasi, seperti banyak SK mati yang tiba-tiba hidup sendiri tanpa ada tanda tangan Rois Aam. Ini masalah yang serius,” tandas Gus Ipul. [Democrazy/hops]