Klaim Dirinya Selalu Utamakan Rakyat Kecil, LBP: Saya Cari Cara Agar Harga PCR Tak Dibanderol Tinggi | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 10 November 2021

Klaim Dirinya Selalu Utamakan Rakyat Kecil, LBP: Saya Cari Cara Agar Harga PCR Tak Dibanderol Tinggi

Klaim Dirinya Selalu Utamakan Rakyat Kecil, LBP: Saya Cari Cara Agar Harga PCR Tak Dibanderol Tinggi

Klaim Dirinya Selalu Utamakan Rakyat Kecil, LBP: Saya Cari Cara Agar Harga PCR Tak Dibanderol Tinggi

DEMOCRAZY.ID - Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan nampak menghadiri podcast Deddy Corbuzier.


Dalam podcast tersebut, Luhut Binsar Pandjaitan nampak tak sungkan membeberkan terkait asal mula harga PCR.


Dalam hal ini, Luhut terlebih dahulu menceritakan awal mula Indonesia terserang covid-19.


"Kalau kita balik ke tahun lalu, bulan Maret, flash back, artinya jernih berpikir, kita kan masih menganggap ini flu biasa, bisa diobati, tiba-tiba naik ke atas," ujar Luhut dilansir dari saluran YouTube Deddy Corbuzier pada Rabu, 10 November 2021.


Namun, diakui Luhut, pemerintah sempat bingung dalam mengendalikan kasus covid-19 yang di awal-awal kenaikan kasus cukup tinggi.


"Begitu naik ke atas kita bingung, harus ada test PCR, PCR itu binatang apa, kita nggak tau juga kan, bingung," lanjutnya.


Dalam podcast tersebut, Luhut kemudian menceritakan pengalaman Seto, Komisaris di BNI saat pertama kali melakukan test PCR.


Harga yang dipatok sangat tinggi dan hasil test baru keluar seminggu setelahnya.


"Saya lihat ada, Seto itu, dia baru jadi Komisaris di BNI, harus PCR, dia bilang sama saya, pak saya PCR, bayarnya kok 5 juta, 6 juta atau berapa gitu, dan hasilnya satu minggu baru keluar," ungkapnya.


Mengetahui hal tersebut, Luhut pun berpikir bagaimana jika hal tersebut terjadi pada masyarakat kecil, dengan harga yang setinggi langit diwajibkan PCR.


"Ada yang 7 juta. Terus, ini loh, rakyat kecil ini gimana, nanti gimana, di situlah kita nyari jalan keluarnya," ujarnya.


Oleh karena itu, drinya pun lantas menghadap Presiden Jokowi dan mulai mencari PCR dengan harga termurah di mana-mana.


"Akhirnya saya bilang, pak saya mau cari dulu di mana yang murah, carilah macam-macam, harganya di sana mahal di Eropa," ucapnya.


Usai berupaya mencari PCR dengan harga termurah, Luhut Binsar akhirnya menemukan PCR dengan harga murah dan kualitas yang baik.


"Akhirnya saya suruh cari, teman-teman di China. Di China ketemulah, brand yang nggak terkenal, tapi saya minta samplenya, cek di UI, hasilnya sangat baik," ungkapnya.


Lebih lanjut, Luhut menyebut bahwa harga kala itu adalah sepersepuluh dari harga pasaran.


"Harganya sepersepuluh. Nah itu mulai terjun itu harga itu turun ke bawah, jadi orang nggak paham, kita ini bagaimana harga semurah mungkin," jelasnya. [Democrazy/galamed]