Kata Luhut: Banyak yang Enggak Suka RI Bikin Ekosistem Mobil Listrik | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 17 November 2021

Kata Luhut: Banyak yang Enggak Suka RI Bikin Ekosistem Mobil Listrik

Kata Luhut: Banyak yang Enggak Suka RI Bikin Ekosistem Mobil Listrik

Kata Luhut: Banyak yang Enggak Suka RI Bikin Ekosistem Mobil Listrik

DEMOCRAZY.ID - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, Indonesia punya potensi besar buat menjadi global supply chain hub untuk Electric Vehicle alias mobil listrik.


Menurut Luhut, hal itu lantaran besarnya sumber daya mineral dan berbagai komponen lain yang dibutuhkan buat kendaraan listrik di Indonesia.


Kendati begitu, kata Luhut, jalan menjadi pemain besar di dunia itu bukan berarti tanpa aral mengadang. 


Selain tantangan dari segi investasi dana dan sumber daya manusia, rintangan tersebut juga datang dari banyak negara.


Luhut kembali menyinggung pernyataan yang berulang kali ia ungkapkan, bahwa banyak negara maju tak ingin negara berkembang turut maju.


"Banyak yang ndak suka, atau negara misal kita satu kendaraan hanya satu merek. Hanya mobil Jepang 94 atau 96 produsen kontrol mobil di sini," ujar Luhut dalam webinar soal mobil listrik yang digelar ITS Indonesia, Rabu (17/11).


Meningkatnya penggunaan mobil listrik di dunia seiring dengan komitmen pengurangan emisi gas rumah kaca, kata Luhut, jadi momentum buat Indonesia masuk ke dalam industri ekosistem kendaraan listrik. Dia optimistis hal ini bisa kesampaian bila dikelola secara profesional.


"Sekarang kita ndak mau dong masa dikontrol satu brand. Sekarang kita leading bisa main peran di dunia yaitu EV, sepeda motor ada Gesit, asal kita tangani dengan profesional itu bisa," sambungnya.


Luhut mengungkapkan, hambatan ini bukan cuma datang dari luar. Bahkan kerap yang menghambat justru orang dari dalam negeri sendiri.


"Kadang saya lihat orang dalam negeri sendiri yang menghambat kita, kenapa kepentingan bisnis dia sesaat. Saya pikir ndak boleh begitu, masuk aja di sini," tuturnya. [Democrazy/kmpr]