Kata Bahlil Lahadalia: Pembangunan Era Jokowi Selamatkan Investasi | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 23 November 2021

Kata Bahlil Lahadalia: Pembangunan Era Jokowi Selamatkan Investasi

Kata Bahlil Lahadalia: Pembangunan Era Jokowi Selamatkan Investasi

Kata Bahlil Lahadalia: Pembangunan Era Jokowi Selamatkan Investasi

DEMOCRAZY.ID - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia bicara alasan tetap bagusnya investasi Indonesia. 


Saat investasi berbagai negara merosot tajam imbas pandemi COVID-19, total dana masuk ke Tanah Air hampir selalu mendekati target.


Bahlil mengungkapkan, pembangunan infrastruktur yang digenjot di era pemerintahan Presiden Jokowi mulai memberikan dampak bagi investasi saat ini.


"Pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK di periode pertama itu betul-betul hasilnya sekarang kita rasakan," ujar Bahlil dalam acara Economic Outlook 2020 yang digelar BeritaSatu, Selasa (23/11).


"Karena tidak akan mungkin foreign direct investment atau PMDN masuk sebuah daerah kalau tidak memiliki syarat tertentu, termasuk sumber daya alam dan infrastruktur," sambungnya.


Masifnya pembangunan infrastruktur di daerah-daerah, kata Bahlil, berdampak pada mulai meratanya penyebaran wilayah tujuan investasi. 


Investasi yang tadinya lebih banyak berpusat di Pulau Jawa, kita sudah lebih seimbang dan bahkan lebih banyak di luar Jawa.


Bahlil memberi contoh, realisasi investasi hingga saat ini mencapai Rp 659 triliun, setara 73,3 persen dari target Rp 900 triliun. 


Dari total tersebut, investasi di luar Jawa adalah sebesar 51,7 persen, sementara di Pulau Jawa yakni sebesar 48,3 persen.


"Sejak kuartal ketiga 2020 konsisten realisasi investasi kita sudah lebih banyak di luar Jawa," pungkas Bahlil.


Selain itu, porsi antara investasi asing dan modal dalam negeri juga sudah mulai berimbang. 


Tren positif di sektor investasi dan juga ekspor, menjadi penopang perekonomian di kuartal ketiga 2021.


"Nah ini kita rasakan dan infrastruktur betul mampu menciptakan kawasan pertumbuhan ekonomi baru," pungkas Kepala BKPM itu. [Democrazy/kmpr]