Jutaan Orang Bakal Hadiri Reuni 212, Novel Bamukmin: Kita Mau Uji Apakah Vaksin Ini Bekerja Maksimal | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 09 November 2021

Jutaan Orang Bakal Hadiri Reuni 212, Novel Bamukmin: Kita Mau Uji Apakah Vaksin Ini Bekerja Maksimal

Jutaan Orang Bakal Hadiri Reuni 212, Novel Bamukmin: Kita Mau Uji Apakah Vaksin Ini Bekerja Maksimal

Jutaan Orang Bakal Hadiri Reuni 212, Novel Bamukmin: Kita Mau Uji Apakah Vaksin Ini Bekerja Maksimal

DEMOCRAZY.ID - Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin menegaskan bahwa acara reuni 212 yang sedianya bakal digelar pada 2 Desember 2021 mendatang tetap diselenggarakan. 


Walau sejumlah izin belum dikantongi, namun Novel menegaskan bahwa acara reuni 212 harus tetap terselenggara.


Novel tak memungkiri bahwa ganjalan acara itu digelar lantaran dihantam isu pandemi walau level PPKM di Jakarta kini sudah level 1.


“Buat kami itu bukan jadi alasan, toh tiap minggu juga (salat) Jumatan juga digelar, berkerumun, masjid juga rapat-rapat shafnya,” kata dia dalam diskusi daring, Selasa pagi, 9 November 2021.


Begitu juga kondisi aktivitas masyarakat yang dikatakan juga sudah mulai kembali normal. 


Kerumunan juga sudah mudah ditemukan di mana-mana, termasuk kondisi Jakarta yang sudah macet luar biasa.


Itu artinya kerumunan sudah terbentuk di banyak tempat, dan kondisi pandemi tidak meledak lagi. 


Meski begitu, panitia reuni 212 kata Novel juga akan terus mengupayakan perketat prokes, dan mengikuti seluruh aturan yang diberlakukan.


“Apalagi vaksin sudah berjalan maksimal. Nah dengan jaminan vaksin, prokes, masker, kita juga usahakan jaga jarak, dan jaga kebersihan, saya pikir ini bukan kendala kita untuk menggelar acara ini.”


“Sekaligus kita uji coba vaksin apakah bekerja maksimal, dan juga ikut mentaati prokes yang ada,” katanya.


Novel sebut isu-isu di reuni 212


Pada kesempatan itu, Novel Bamukmin juga mengungkap apa saja isu yang akan diperjuangkan dan digelorakan pada ajang reuni 212 tersebut. 


Setidaknya ada dua isu utama yang akan dibawa, yakni pembebasan Habib Rizieq, Habib Hanif, dan Munarman. 


Sedangkan isu kedua, pengusutan kasus penembakan laskar FPI di tol.


Selain dua tuntutan di atas, mereka juga akan menyuarakan berbagai isu berkenaan dengan penistaan agama.


Mulai dari isu Densus 88, isu-isu pendidikan di kampus, sampai pongah Kementerian Agama.


“Kita melihat apa yang menjadi ramai, yang memang Indonesia ini sudah gaduh. Kita ingin menyelesaikan agar ke depan RI jangan dibuat gaduh oleh rezim-rezim yang sepertinya sudah sengaja menyetting negara ini menjadi gaduh,” katanya. [Democrazy/hops]