Jokowi: Saya Tak Ingin Bangsa Kita Ini Punya Mental Terjajah! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 11 November 2021

Jokowi: Saya Tak Ingin Bangsa Kita Ini Punya Mental Terjajah!

Jokowi: Saya Tak Ingin Bangsa Kita Ini Punya Mental Terjajah!

Jokowi: Saya Tak Ingin Bangsa Kita Ini Punya Mental Terjajah!

DEMOCRAZY.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak ingin mental inlander, inferior maupun terjajah masih ada dalam mentalitas bangsa Indonesia saat ini. 


Dia menyebut masih ada yang memandang bangsa asing lebih tinggi dari bangsa sendiri. 


“Kita tidak ingin, saya tidak ingin mental inferior, mental inlander, mental terjajah ini masih ada yang bercokol di dalam mentalitas bangsa kita. Ketemu bule saja kayak ketemu siapa gitu. Sedih kita. Kita kadang-kadang terlalu mendongak kayak gini. Wong sama-sama makan nasi juga,” katanya di HUT Ke-10 Partai Nasdem, Kamis (11/11/2021). 


Dia mengakui bahwa Indonesia telah dijajah oleh bangsa lain selama 350 tahun. 


Dia pun mengaku kadang-kadang sering berpikir bahwa dampak dijajah begitu lama memunculkan mental inlander dan inferior. 


“Meskipun kita sudah 76 tahun merdeka. Dan merdekanya pun lewat sebuah perjuangan yang panjang bukan diberi. Tapi DNA itu yang masih terus menjadi kepikiran saya. Jangan-jangan kita memiliki mental inlander, mental terjajah, mental inferior gara2 DNA yang diturunkan karena 350 tahun kita terjajah,” tuturnya disambut tepuk tangan. 


“Jangan ditepukin dong,” sautnya.


Maka dari itu dia menilai pentingya membangun rasa percaya diri dan optimisme sebagai bangsa pemimpin.


Hal ini perlu dilakukan dengan gerakan perubahan. 


“Ya di situ dan mental inlander itu, mental terjajah itu, mental inferior itu jangan sampai enggak ilang-ilang sampai sekarang. Jangan juga ada yang memelihara gitu. Mental seperti itu jangan dipelihara. 


Karena sekali lagi kita harus ingat kita memiliki banyak penggalan sejarah kejayaan dari pendahulu-pendahulu kita. Dan sekali lagi kemerdekaan Republik Indonesia ini bukan hasil arir pemberian tetapi hasil dari sebuah perjuangan panjang,” pungkasnya. [Democrazy/oke]