Jokowi Restui Menteri Bersolek Demi Elektabilitas, PKB: Jangan Saling Jegal, Lebih Baik Mengundurkan Diri | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 09 November 2021

Jokowi Restui Menteri Bersolek Demi Elektabilitas, PKB: Jangan Saling Jegal, Lebih Baik Mengundurkan Diri

Jokowi Restui Menteri Bersolek Demi Elektabilitas, PKB: Jangan Saling Jegal, Lebih Baik Mengundurkan Diri

Jokowi Restui Menteri Bersolek Demi Elektabilitas, PKB: Jangan Saling Jegal, Lebih Baik Mengundurkan Diri

DEMOCRAZY.ID - Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luqman Hakim menyambut baik adanya wacana membebaskan menteri untuk menaikkan popularitas dan elektabilitas oleh Presiden Joko Widodo.


"Jika benar Presiden Jokowi memberi restu atau dorongan jajaran kabinet melakukan hal itu, tentu bagi saya ini kabar baik. Ini menjadi pertanda Presiden Jokowi berpikir sistematis untuk regenerasi kepemimpinan nasional 2024," ujar Luqman Hakim kepada wartawan, Selasa, 9 November.


Hanya saja, Wakil Ketua Komisi II DPR itu mengaku belum pernah mendengar secara langsung bahwa Jokowi menyampaikan 'restu' kepada para menteri Kabinet Indonesia Maju untuk 'menjual diri'.


Lebih lanjut, menurut Luqman, para menteri perlu memenuhi sejumlah hak agar niat baik Jokowi itu tidak menimbulkan masalah. Setidaknya kata dia, ada 4 hal yang wajib diterapkan para menteri.


Pertama, tidak menggunakan anggaran negara untuk aktivitas politik personal. Kedua, para menteri harus tetap memprioritaskan pelaksanaan tugas sebagai menteri. 


Ketiga, tidak berlaku diskriminatif dalam memberi layanan pada masyarakat berdasarkan perbedaan arah dukungan politik Pilpres 2024.


"Tidak boleh kinerja kementerian amburadul gara-gara menteri sibuk melakukan branding politik," tegasnya.


Selain itu, Luqman meminta para menteri agar terus menjaga kekompakan sebagai anggota kabinet. 


Dia juga meminta menteri-menteri tidak tergoda melakukan intrik serta saling jegal.


"Jika saling menjegal antarmenteri terjadi, maka Presiden harus segera memberi teguran keras. Jika perlu langsung dicopot, karena pasti mengacaukan pelaksanaan program-program prioritas yang ditetapkan Presiden Jokowi sendiri," kata Luqman.


Namun, Luqman lebih mengusulkan agar Jokowi memberikan kesempatan kepada menteri Kabinet Indonesia Maju yang ingin mencalonkan diri sebagai presiden di 2024 untuk mengundurkan diri. 


Hal ini, kata dia, guna menghindari potensi penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan politik personal menteri-menteri dalam mencari dukungan politik ke arah pilpres 2024.


"Menurut saya, akan lebih baik Presiden Jokowi memberi kesempatan pengunduran diri kepada menteri-menteri yang saat ini sudah menunjukkan keinginannya mencalonkan diri sebagai presiden/wakil presiden 2024 sehingga dapat fokus menyiapkan diri dan tidak mengganggu kinerja pemerintah," pungkas Luqman.


Diketahui, kabar Presiden Jokowi membebaskan para menteri menaikkan popularitas dan elektabilitas disampaikan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. 


Muzani mengatakan Gerindra menyambut baik ada menteri yang masuk bursa capres 2024.


"Tidak ada masalah. Artinya begini, Presiden memberikan kebebasan kepada semua menterinya untuk melakukan, menaikkan popularitas dan elektabilitas. Dan saya kira, sebagai sebuah proses demokrasi, ini cara yang sehat untuk memilih pemimpin-pemimpin. Makin banyak makin bagus," kata Muzani di Gedung DPR, Senin, 8 November. [Democrazy/voi]