Jokowi Kumpulkan Menterinya Mau Buat Rencana, Katanya Indonesia Miliki Potensi Besar | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 23 November 2021

Jokowi Kumpulkan Menterinya Mau Buat Rencana, Katanya Indonesia Miliki Potensi Besar

Jokowi Kumpulkan Menterinya Mau Buat Rencana, Katanya Indonesia Miliki Potensi Besar

Jokowi Kumpulkan Menterinya Mau Buat Rencana, Katanya Indonesia Miliki Potensi Besar

DEMOCRAZY.ID - Presiden Jokowi bersama Menko Marves Luhut B. Pandjaitan; Menteri Sekretaris Negara Pratikno; Menteri ESDM Arifin Tasrif; dan Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia Surya Darma hadir dalam pembukaan Indonesia Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) ConEx Ke-10 Tahun 2021.


Dalam pidato pembukaannya, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekuatan dan potensi yang besar dalam sektor Energi Terbarukan.


Ia menuturkan bahwa Indonesia memiliki 4.400 sungai dengan ukuran besar maupun sedang yang dapat digunakan sebagai hydro power.


“Di Indonesia sendiri sebetulnya kita memiliki kekuatan yang sangat besar mengenai renewable energy ini, 418 Gigawatt baik itu dari hydropower, geothermal, bayu, solar panel, biofuel, arus bawah laut, dan yang lain-lainnya,” kata Jokowi.


Jokowi menegaskan bahwa potensi tersebut harus diikuti dengan skenario yang baik untuk masuk ke transisi energi.


Menurutnya, perlu dipersiapkan peta jalan yang jelas seperti pendanaan maupun investasi.


Terkait program Energi Terbarukan, Jokowi meminta Menko Marves Luhut Pandjaitan, Menteri ESDM hingga Menteri BUMN untuk mewujudkannya.


“Pertanyaannya, skenarionya seperti apa sekarang kita? Itu yang saya tugaskan kepada Pak Menko Maritim dan Investasi dan juga pada Pak Menteri ESDM, plus Menteri BUMN yang konkret-konkret saja tapi kalkulasinya yang riil, ada itung-itungan angkanya yang riil,” ucapnya.


Orang Nomor Satu di RI itu mengatakan bahwa dari 4.400 sungai besar maupun sedang yang dimiliki Indonesia, dirinya memutuskan untuk mencoba mengembangkan energi tersebut dari dua sungai dahulu, yaitu Sungai Kayan dan Sungai Mamberamo.


“Sungai Kayan sudah dihitung kira-kira bisa 13.000 Megawatt, Mamberamo bisa kira-kira 24.000 Megawatt,” katanya.


Oleh karena itu, Jokowi meminta jajarannya untuk memberi masukan kepada pemerintah agar skenario transisi energi dapat berjalan.


Namun, ia mengingatkan agar perhitungan dilakukan secara detail.


Dalam kesempatan tersebut, Joko Widodo mengatakan bahwa transisi energi akan dibawa ke dalam pembahasan pada G20 tahun depan di Bali.


Ia berharap dalam G20, pembahasan mengenai skenario transisi energi dapat dibahas secara lebih jelas.


“Sekali lagi saya minta masukan dan kalkulasi yang detail, angka-angka kenaikannya berapa, gap yang harus dibayar berapa untuk Indonesia saja kalau ketemu kemudian syukur bisa dirumuskan; ‘Pak ini dari jurus ini bisa diselesaikan’; ‘Dari sisi ini bisa diselesaikan’. Itu yang kita harapkan kalau ketemu saya bisa sampaikan nanti di G20 di Bali tahun depan,” ucapnya yang dikutip dari Setkab, Selasa, 23 November 2021. [Democrazy/pkry]