Guntur Romli Tuding Anies Bayar Buzzer untuk Memujinya, Anak Buah: Hoaks, Fitnah! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 09 November 2021

Guntur Romli Tuding Anies Bayar Buzzer untuk Memujinya, Anak Buah: Hoaks, Fitnah!

Guntur Romli Tuding Anies Bayar Buzzer untuk Memujinya, Anak Buah: Hoaks, Fitnah!

Guntur Romli Tuding Anies Bayar Buzzer untuk Memujinya, Anak Buah: Hoaks, Fitnah!

DEMOCRAZY.ID - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muhammad Guntur Romli menuding Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengerahkan buzzer atau para pendengung di media sosial untuk mengomentari postingan Anies Baswedan dengan narasi positif.


Guntur Romli juga menyebut para buzzer itu dibayar Rp1000 untuk sekali komentar yang positif.


“Pengerahan buzzer-buzzer buat komen-komen positif di akun IG @aniesbaswedan, tiap komen dibayar Rp1000," tulis Guntur Romli di Twitter-nya, @GunRomli.


Aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) ini ikut mengunggah tangkapan layar sebuah situs website yang memperlihatkan sejumlah ketentuan aktivitas buzzer. 


Seperti berkomentar positif dan juga jumlah kata dalam komentar tersebut.


“Komen dukungan ke Anies Baswedan good benet atau Gubernur yang mengayomi dll. Bebas yang penting dukungan positif dan minimal 10 kata,” demikian syarat khusus yang dalam tangkapan layar yang diunggah Guntur Romli.


Guntur Romli Tuding Anies Bayar Buzzer untuk Memujinya, Anak Buah: Hoaks, Fitnah!


Menanggapi itu, anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan DKI Jakarta, Tatak Ujiyati mengatakan bahwa tuduhan itu tidak benar alias hoaks.


“Ini Hoax. Tim Anies Baswedan nggak pernah pakai buzzer. Fix. Kami tahu buzzer adalah hama demokrasi, yang menumpulkan akal sehat,” ujar Tatak Ujiyati di Twitter-nya, Selasa (9/11/2021).


Tatak mengatakan, situs yang diunggah oleh Guntur Romli bisa saja dibuat oleh pihak yang ingin menjatuhkan Anies Baswedan.


“Situs seperti itu siapapun bisa buat. Ketahuan dari siapa yang pertama kali mengunggah. Niatnya bisa diduga untuk menjatuhkan Anies,” paparnya.


Dia mengatakan, Anies bukan baru kali ini dituding menggunakan buzzer. Sudah beberapa kali tuduhan itu namun tidak terbukti.


“Fitnah model gini bukan yang pertama. Dulu demi ganjal Anies maju jadi Ketua Kagama, ada yang nyebar hoax Anies bagi-bagi uang miliaran untuk bikin komunitas-komunitas kagama. Tak terbukti sebab Anies tak mau calonkan diri jadi ketua Kagama. Pola-pola fitnahnya sama kan?” tuturnya. [Democrazy/fin]