Geram BEM Unmul Ngatain Ma'ruf Amin Patung Istana, PDIP: Salah Minum Obat! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 11 November 2021

Geram BEM Unmul Ngatain Ma'ruf Amin Patung Istana, PDIP: Salah Minum Obat!

Geram BEM Unmul Ngatain Ma'ruf Amin Patung Istana, PDIP: Salah Minum Obat!

Geram BEM Unmul Ngatain Ma'ruf Amin Patung Istana, PDIP: Salah Minum Obat!

DEMOCRAZY.ID - Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Hendrawan Supratikno, menyebut mahasiswa BEM Universitas Mulawarman (Unmul) 'salah minum obat' lantaran mengibaratkan Wapres Ma'ruf Amin sebagai 'patung istana'. 


Ia menilai kritik 'patung istana' yang disampaikan oleh mahasiswa BEM Unmul tersebut tak pada tempatnya.


"Salah minum obat sehingga tidak berpikir dengan jernih," kata Hendrawan Supratikno, Kamis (11/11/2021).


Lebih jauh ia menyebut diksi yang digunakan BEM Unmul menyesatkan. 


Dengan demikian, dia mendorong agar mahasiswa selalu mempertimbangkan etika saat menyampaikan kritiknya.


"Tidak pada tempatnya para calon pemikir masa depan menggunakan diksi-diksi yang menyesatkan. Sikap kritis harus diimbangi dengan sikap etis," sambung dia.


Sebelumnya, BEM Unmul menyampaikan seruan aksi melalui unggahan pada akun Instagram @bemkmunmul. 


Dalam unggahannya itu terdapat foto Ma'ruf Amin. Di bagian bawahnya terdapat kalimat 'Kaltim Berduka Patung Istana Merdeka Datang ke Samarinda'.


Konten seruan aksi itu diunggah pada Selasa (2/11) lalu. Pada hari yang sama, Ma'ruf dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).


Polisi pun kemudian menyelidiki cuitan yang dinilai merendahkan Ma'ruf Amin tersebut. 


Polisi lantas mengirim surat panggilan klarifikasi kepada Presiden BEM Unmul pada Senin (8/11) kemarin.


"Ya betul (dipanggil untuk klarifikasi)," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharmasena saat dimintai konfirmasi, Rabu (10/11).


Kanit Ekonomi Khusus Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Reno Chandra mengatakan pemanggilan terhadap Rachim hanya sebatas klarifikasi terkait postingannya.


"Bukan pemeriksaan cuman yang bersangkutan diminta klarifikasi saja," jelas Reno saat dihubungi, Rabu (10/11).


Selain itu, Reno menyebut pemanggilan Rachim bukan karena ada laporan masyarakat.


"Nggak ada yang melapor, ini hasil patroli yang mendapati cuitan di medsos yang viral," terangnya. [Democrazy/dtk]