Gencar Kritik Militan Islam, Jurnalis Somalia Ini Tewas Dibom Bunuh Diri | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 22 November 2021

Gencar Kritik Militan Islam, Jurnalis Somalia Ini Tewas Dibom Bunuh Diri

Gencar Kritik Militan Islam, Jurnalis Somalia Ini Tewas Dibom Bunuh Diri

Gencar Kritik Militan Islam, Jurnalis Somalia Ini Tewas Dibom Bunuh Diri

DEMOCRAZY.ID - Seorang jurnalis Somalia terkenal yang gencar mengkritik kelompok militan Islam al-Shabab tewas akibat serangan bom bunuh diri di Mogadishu.


Dilansir dari BBC, Abdiaziz Mohamud Guled menjadi sasaran ketika ia meninggalkan sebuah restoran di ibu kota pada tengah hari. 


Dua orang lainnya yang berada di dekatnya terluka dalam ledakan tersebut dan dilarikan ke rumah sakit.


Al-Shabab pun mengakui sebagai dalang serangan itu dan mengincar wartawan yang dijuluki Abdiaziz Afrika tersebut.


Pelaku meledakkan bomnya di depan sebuah mobil di dekat restoran tempat Guled berada. 


Saat itu, ia ditemani oleh direktur Televisi Nasional Somalia dan seorang sopir, menurut laman resmi Radio Mogadishu, tempat Abdiaziz bekerja.


Kejadian ini menuai belasungkawa dari Perdana Menteri Somalia Mohamed Hussein Roble.


"Abdiaziz adalah seorang jurnalis pekerja keras dan pahlawan nasional yang bekerja untuk negaranya, rakyatnya, dan agamanya dengan keberanian dan pantang mundur," ucapnya.


Sosoknya naik daun berkat wawancaranya dengan tersangka al-Shabab yang ditahan. Siarannya pun kerap menarik perhatian banyak penonton.


Sementara itu, al-Shabab, yang bermakna Pemuda dalam bahasa Arab, merupakan kelompok ekstremis Islam yang telah memerangi pasukan pemerintah yang didukung PBB selama lebih dari 1 dekade. 


Mereka menguasai ibu kota Mogadishu hingga berhasil diusir oleh pasukan Uni Afrika pada 2011. 


Namun, mereka masih menguasai wilayah pedesaan dan kerap melancarkan serangan terhadap pemerintah dan sasaran sipil di Mogadishu dan wilayah lainnya.


Kelompok ini telah memberlakukan syariat yang keras di wilayah yang dikendalikannya, termasuk rajam dan potong tangan.


Pejabat pemerintah pun menyalahkan kelompok itu atas sejumlah serangan teror paling mematikan di Somalia. 


Tahun lalu, Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik bersenjata memperkirakan al-Shabab bertanggung jawab atas kematian lebih dari 4 ribu orang sejak 2010. [Democrazy/akurat]