-->

Breaking

logo

Senin, 29 November 2021

Gak Terima Rais Aam Dihina, GP Ansor Mengecam dan Akan Kejar Pelaku

Gak Terima Rais Aam Dihina, GP Ansor Mengecam dan Akan Kejar Pelaku

Gak Terima Rais Aam Dihina, GP Ansor Mengecam dan Akan Kejar Pelaku

DEMOCRAZY.ID - Beredar video pengurus Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor DKI Jakarta menyatakan sikap mengecam pihak yang melakukan penghinaan terhadap Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Akhyar viral di media sosial.


Dalam video tersebut, tampak puluhan anggota berseragam GP Ansor dan Banser membacakan pernyataan sikap sambil berdiri. 


Mereka meminta agar pihak yang menghina Miftachul Akhyar untuk menyerahkan diri.


"Kami dari Pimpinan Wilayah GP ansor DKI jakarta serta kader seluruh Ansor dan Banser se-DKI jakarta. Bahwa kami bersama Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar. Kami meminta agar yang menghina Rais Aam kami untuk menyerahkan diri atau akan kami kejar," bunyi pernyataan sikap tersebut.


Ketua GP Ansor DKI Jakarta, Saiful Rahmat Daisuki membenarkan video tersebut merupakan sikap dari GP Ansor DKI Jakarta.


"Iya benar [videonya]. Dan kami sudah membuat LP [Laporan Polisi] kepada terduga ke pihak kepolisian," kata Saiful, Minggu (28/11) malam.


Saiful menjelaskan pernyataan sikap itu dibuat untuk merespons pernyataan massa aksi yang dianggap menghina Miftachul saat menggelar demo di depan Gedung PBNU, Jalan Kramat Jakarta, Pusat, Jumat (26/11) lalu.


"Kami mengecam keras terhadap oknum-oknum yang mengaku kader NU tapi perilakunya jauh dari ajaran-ajaran NU," ujar Saiful dalam keterangannya.


Saiful menilai dugaan penghinaan tersebut memicu kegaduhan dan emosi seluruh kader NU terkait Muktamar NU. 


Sebab, posisi Rais Aam wajib dijaga marwah dan nama baiknya, terlebih menjelang perhelatan Muktamar ke-34 NU.


"Dinamika menjelang muktamar merupakan hal biasa. Namun tetap menjaga kehormatan dan marwah para kiai," ucap Saiful. [Democrazy/cnn]