Fadli Zon 'Hilang' dari Media Sosial Sejak Ditegur Prabowo, Hersubeno: Sangat Layak Harus Dilaporkan ke Polisi | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 25 November 2021

Fadli Zon 'Hilang' dari Media Sosial Sejak Ditegur Prabowo, Hersubeno: Sangat Layak Harus Dilaporkan ke Polisi

Fadli Zon 'Hilang' dari Media Sosial Sejak Ditegur Prabowo, Hersubeno: Sangat Layak Harus Dilaporkan ke Polisi

Fadli Zon 'Hilang' dari Media Sosial Sejak Ditegur Prabowo, Hersubeno: Sangat Layak Harus Dilaporkan ke Polisi

DEMOCRAZY.ID - Politisi Gerindra Fadli Zon diketahui seolah ‘hilang’ dari media sosial sejak dirinya ditegur langsung oleh Prabowo Subianto.


Keberadaan politisi Gerindra Fadli Zon belakangan ini menjadi pertanyaan publik karena secara mengejutkan tiba-tiba menghilang di media sosial usai mengkritik Presiden Jokowi atas banjir di Sintang.


Sudah sekian lama hilang, menurut Hersubeno Arief, polisi kini disarankan untuk segera mencari Fadli Zon.


Sejak Fadli Zon membuat tweet terakhirnya pada 13 November 2021 hingga sekarang, Fadli Zon telah hilang terhitung selama 12 hari.


Sedangkan biasanya Fadli Zon adalah salah satu politisi yang aktif menggunakan jejaring media sosial, khususnya Twitter.


“Kalo prabowo sendiri yang langsung menegur Fadli Zon memang sangat mengejutkan. Lebih mengejutkannya lagi, sejak itu Fadli Zon hilang dari media sosial, bila kita hitung sejak tanggal 13 November, maka itu Fadli Zon telah menghilang selama 12 hari,” tutur Hersubeno Arief.


Karena itu, Hersubeno Arief menyarankan agar ada pihak yang melaporkan hilangnya Fadli Zon ke polisi.


Namun, ia juga membantah bahwa yang dimaksud dengan menghilangnya Fadli Zon bukanlah dalam arti sebenarnya, melainkan hilang di media sosial.


“Sehingga ini sangat layak bila harus dilaporkan ke polisi sebagai orang yang hilang, ini sudah 12×24 Fadli Zon hilang. Tapi hilangnya di media sosial, bukan arti sebenarnya,” kata Hersubeno Arief.


Menurut Hersubeno Arief, Fadli Zon adalah politisi kawakan yang menjadi incaran banyak partai politik.


Sementara jika politisi eks Universitas Indonesia (UI) ini dipecat Gerindra, tentu ada pihak lain yang siap menyambutnya, salah satunya Partai Ummat. [Democrazy/kabes]