Breaking

logo

29 November 2021

Erick Thohir Resmi Jadi Anggota Kehormatan Banser, Rocky Gerung: Upaya Pencitraan Menuju Pilpres 2024!

Erick Thohir Resmi Jadi Anggota Kehormatan Banser, Rocky Gerung: Upaya Pencitraan Menuju Pilpres 2024!

Erick Thohir Resmi Jadi Anggota Kehormatan Banser, Rocky Gerung: Upaya Pencitraan Menuju Pilpres 2024!

DEMOCRAZY.ID - Menteri BUMN Erick Thohir resmi menjadi anggota kehormatan Banser dan menuai tanggapan dari pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung.


Rocky Gerung menyebut Erick Thohir yang resmi menjadi anggota kehormatan Banser sebagai upaya pencitraan menuju Pilpres 2024 mendatang.


Rocky Gerung menilai Erick Thohir tampak fit saat menjalani kegiatan latihan militer bersama Banser, namun dia mempertanyakan alasan pemilik klub basket Satria Muda itu memperoleh baret Banser hanya dalam waktu singkat.


"Kelihatan Pak Erick Thohir itu sangat fit, mungkin karena berminggu-minggu latihan. Karena biasanya orang sebelum dapat baret ada latihan pemimpin, nggak bisa cuma dua-tiga jam, itu namanya pencitraan," kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Senin, 29 November 2021.


Rocky Gerung kemudian mengapresiasi cara Erick Thohir yang mau mengubah pola untuk mencitrakan dirinya.


Sebagaimana diketahui, Erick Thohir sempat disebut-sebut telah melakukan pencitraan dengan menampilkan wajahnya di mesin ATM dari seluruh bank berstatus BUMN dan meminta Pertamina untuk menggratiskan tarif masuk toilet di setiap SPBU yang dikelolanya.


Terakhir, Erick Thohir diketahui juga berpartisipasi dalam latihan militer bersama Banser bersamaan dengan momen dilantiknya mantan Presiden Direktur ANTV itu sebagai anggota kehormatan Banser.


"Bagus juga, karena Erick Thohir artinya mengubah cara dia untuk memperkenalkan dirinya. Nah sekarang mulai dari ATM, pergi ke WC, sekarang dia pergi ke latihan yang serius, latihan fisik, masuk di bawah barrier," ujarnya.


Rocky Gerung menilai bahwa seorang calon pemimpin harus memiliki kualitas, kapasitas, dan integritas.


Menurutnya, jika seorang calon pemimpin memiliki kesemuanya tetap akan menjadi orang yang bermartabat meski wajahnya kerap dipajang di toilet atau bahkan di pucuk Monas sekalipun.


"Nggak ada soal mau ditaruh dimanapun wajah orang itu, kalau dia bermutu tuh nggak akan menurunkan harkatnya tuh, mau ditaruh di WC, mau ditaruh di atas Monas, tetep dia bermutu kalau dia betul-betul punya integritas dan punya kapasitas," katanya.


Sebaliknya kata Rocky Gerung, orang yang tidak memiliki kapasitas, kualitas, dan integritas tetap tidak akan menjadi orang yang bermutu selama tidak ada komitmen untuk mengubahnya dari orang yang bersangkutan, meski telah menggenjot pencitraan dengan memasang baliho raksasa hingga kerap hadir di berbagai acara peresmian.


"Tapi sebaliknya, ada orang yang ditaruh di baliho gede-gede, dibikinin upacara tiap hari gunting pita buat meresmikan infrastruktur kebanggaan bangsa tapi kalo gak bermutu ya tetep nggak bermutu," ujar dia.


Rocky Gerung menilai, pada akhirnya orang akan menilai seorang calon pemimpin dari kebersihan hati dan kejernihan pikirannya.


Dia menegaskan bahwa kedua hal tersebut akan menentukan layak tidaknya seseorang tersebut sebagai seorang pemimpin.


"Jadi sekali lagi orang itu dinilai dari kebersihan hatinya dan kejernihan pikirannya tuh, nah itu yang bisa jadi ukuran," tuturnya. [Democrazy/kabes]