Eks Menkes Siti Fadilah Supari Ungkap Hal yang Mesti Disiapkan Pemerintah Bila Takut Covid-19 Kembali Menggila | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 25 November 2021

Eks Menkes Siti Fadilah Supari Ungkap Hal yang Mesti Disiapkan Pemerintah Bila Takut Covid-19 Kembali Menggila

Eks Menkes Siti Fadilah Supari Ungkap Hal yang Mesti Disiapkan Pemerintah Bila Takut Covid-19 Kembali Menggila

Eks Menkes Siti Fadilah Supari Ungkap Hal yang Mesti Disiapkan Pemerintah Bila Takut Covid-19 Kembali Menggila

DEMOCRAZY.ID - Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Siti Fadilah Supari, mengungkapkan hal yang mesti disiapkan oleh pemerintah Indonesia bila tak ingi kembali kasus Covid-19 menggila.


Dikatakan oleh Siti Fadilah Supari, semestinya pemerintah sudah belajar dari kasus Covid-19 sebelumnya.


“Kalau sebetulnya kita takut, kalau itu (kasus Covid-19) meledak lagi, seharusnya pemerintah sudah belajar pada waktu kemarin, ketika meledak pada bulan Juli, apa yang kurang,” ucap Siti Fadilah Supari, seperti dikutip dari kanal YouTube Karni Ilyas Club pada 25 November 2021.


“Misalkan oksigen jangan kurang lagi, perlu rumah sakit, kematian jangan sampai segitu lagi. Ini yang harus dipersiapkan pemerintah,” ucapnya menegaskan.


Hal tersebutlah menurut mantan Menkes era SBY tersebut yang mesti disiapkan oleh pemerintah.


“Bukannya menekan rakyat lagi untuk (PPKM) level 3, dan algi level 3 itu konsekuensinya memang cukup berat karena yang akan recovery itu belum berdiri tegak sudah ditebang lagi,” ucapnya.


Menurutnya prediksi akan kembali menggilanya Covid-19 di Indonesia dari Desember menjadi Februari oleh Menteri Kesehatan merupakan hal yang lucu.


“Menurut saya, meramal bahwa (Covid-19 menggila) Desember, dan kemudian berubah Februari, tadinya Desember tapi Menteri Kesehatan oh mengundurkan bukan Desember tetapi Februari. Nah itu satu hal yang lucu juga kenapa bisa diundur ke Februari,” ucap dia sambil tertawa.


Diberitakan sebelumnya, saat ditanya 'ramalannya' terkait dengan gelombang ketiga Covid-19, Siti Fadilah Supari mengungkapkan bahwa, ilmuwan meramal berdasarkan ilmu, data, dan analisa.


“Meramal bagi seorang ilmuwan, pasti harus berdasarkan data-data, ilmu, dan analisa-analisa yang scientific, nah itu ramalan untuk orang-orang yang berilmu atau berpikiran sehat,” ucapnya.


Dia menuturkan, seorang Pakar Epidemiologi seharusnya dapat menghitung atau memperkirakan terjadinya gelombang ketiga Covid-19.


“Maka Pak Pandu (Pakar Epidemiologi) mengatakan, karena dia Epidemiolog dia seharusnya bisa menghitung atau memperkirakan, dan menurut perkiraan dia belum ada kemungkinan (gelombang ketiga) itu terjadi, belum tampak pada dia,” ucapnya.


“Nah memang demikian, karena kita belum menemukan apa penyebabnya, tiba-tiba kok hilang. Covid-19 tiba-tiba hilang, dan sekarang di Jepang juga begitu Covid-19 juga tiba-tiba menghilang dan mereka sibuk sekali untuk meneliti. Apakah karena mutasi mutasi mutasi dan kemudian hilang ataukah dengan teori lain, mereka sekarang sedang meneliti itu,” tuturnya. [Democrazy/pkry]