-->

Breaking

logo

30 November 2021

Duh! Lagi Pemaparan Soal Kritik Sawit dan Deforestasi, Layar Presentasi Dekan UGM Kena Retas

Duh! Lagi Pemaparan Soal Kritik Sawit dan Deforestasi, Layar Presentasi Dekan UGM Kena Retas

Duh! Lagi Pemaparan Soal Kritik Sawit dan Deforestasi, Layar Presentasi Dekan UGM Kena Retas

DEMOCRAZY.ID - Diskusi 'Permasalahan, Prospek, dan Implikasi Sawit sebagai Tanaman Hutan' yang diadakan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan Pusat Kajian Advokasi dan Konservasi Alam diduga dibajak atau diretas.


Peretasan terjadi saat salah satu pemateri yakni Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Sigit Sunarta memaparkan materi tentang kritiknya terhadap usulan sawit sebagai komoditas kehutanan.


Mulanya, Sigit menjelaskan, secara ekonomi, sawit diakui sebagai komoditas unggulan yang sangat menjanjikan devisa tinggi. 


Namun, kata dia, potensi ketidakseimbangan perkebunan yang didominasi oleh sawit bisa membahayakan secara ekologis maupun ekonomis.


"Secara geopolitik, perluasan tanaman sawit berimplikasi pada sorotan negatif internasional terus menerus tentang isu deforestasi," ujar dia dalam diskusi daring di Youtube Pusaka Alam pada Kamis (25/11).


Sigit juga mengatakan, akibat alih lahan sawit, banyak pohon yang dibabat (deforestasi). 


Hal itu, sambungnya, berimplikasi juga pada penurunan biodiversitas dan terjadinya bencana ekologis.


"Beberapa waktu yang lalu kita mendengar ada banjir beberapa bulan di Indonesia, termasuk di kebun kebun sawit. Ini menunjukkan masalah ekologi," kata dia.


Ia memaparkan, perkebunan sawit meningkat 100 kali dari 1968 sampai 2019. 


Peningkatan itu dipengaruhi oleh jargon 'sawit ekonomi masa depan Indonesia' yang kepemilikannya didominasi oleh korporasi.


"55 persen swasta/korporasi, 10 persen BUMN, petani/small holder 35 persen. Terjadi juga tumpang tindih perizinan, peralihan kepemilikan lahan, masyarakat dan petani kecil banyak tersingkir," ujar Sigit.


Tak lama setelah pemaparannya itu, suara gemuruh terdengar. Lalu, terdengar pula suara perempuan mengeluarkan kata-kata kasar dalam bahasa Inggris.


"F**k you," demikian suara itu terdengar beberapa kali.


Materi presentasi beserta Sigit itu pun hilang dari layar. Salah satu pemateri yang lain mengatakan, presentasi Sigit sengaja dihentikan panitia karena diduga diserang hacker.


Pemateri itu juga langsung menelepon Sigit, namun tak mendapat jawaban. 


Akhirnya panitia menghentikan sementara diskusi tersebut.


Diskusi berhenti cukup lama, hampir 5 menit. Pemateri yang lain lantas mencoba menelpon kembali Sigit. 


Ia menyampaikan bahwa, Sigit sepertinya dihack. Sehingga, terpaksa waktu pemaparannya dialihkan menjadi terakhir.


"Mohon maaf kami di-hack sepertinya oleh orang luar. Jadi kami terpaksa tunda, bapak terakhir ya. Mohon maaf," ujarnya di telepon kepada Sigit.


Sebelumnya, perusahaan sawit menjadi sorotan setelah banjir di berbagai wilayah. Sawit dianggap menjadi salah satu penyebab banjir tersebut.


Konsesi perusahaan sawit menyebabkan terjadinya deforestasi. Daya serap air pun berkurang. 


Walhasil ketika intensitas hujan tinggi, terjadi banjir berkepanjangan, salah satu contoh di Sintang, Kalimantan Barat. [Democrazy/cnn]