Dipanggil Polisi, Presiden BEM Unmul Akhirnya Buka Suara soal Postingan Ma'ruf Amin 'Patung Istana' | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 10 November 2021

Dipanggil Polisi, Presiden BEM Unmul Akhirnya Buka Suara soal Postingan Ma'ruf Amin 'Patung Istana'

Dipanggil Polisi, Presiden BEM Unmul Akhirnya Buka Suara soal Postingan Ma'ruf Amin 'Patung Istana'

Dipanggil Polisi, Presiden BEM Unmul Akhirnya Buka Suara soal Postingan Ma'ruf Amin 'Patung Istana'

DEMOCRAZY.ID - Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulawarman (Unmul), Abdul Muhmammad Rachim, buka suara soal postingan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin 'patung istana'. 


Dia mengatakan postingan itu tak punya maksud merendahkan Ma'ruf.


"Katanya kalimat 'Patung Istana' itu yang dipermasalahkan publik, sebenarnya patung istana itu gambaran kerja Wakil Presiden yang kurang, tidak merendahkan hanya mengkritisi kinerja Wakil Presiden," kata Rachim kepada wartawan, Rabu (10/11/2021).


Rachim menilai serangan terhadapnya setelah postingan itu viral sama saja membatasi masyarakat berpendapat. 


Meski demikian, dia siap dimintai keterangan polisi terkait postingannya itu.


"Saya siap dipanggil, tapi untuk hari ini saya belum bisa hadir karena ada urusan yang lain. Tapi saya pastikan dalam waktu dekat akan memenuhi panggilan kepolisian," tegasnya.


Rachim juga menjelaskan cuitannya soal 'Kaltim Berduka' bermaksud memberi informasi kepada pemerintah tentang kondisi Kaltim saat ini.


"Kaltim memang lagi berduka, karena tidak ada keseriusan pemerintah mengatasi masalah tambang, apalagi sudah banyak korban," ungkapnya.


Terkait dirinya yang dipanggil polisi, Rachim menyebut saat ini tengah berkoordinasi dengan tim advokat dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Fakultas Hukum Unmul.


"Saya juga terus berkoordinasi dengan LBH Unmul, ini kan delik absolut, jadi hanya bisa dipersoalkan kalau yang bersangkutan yang melaporkan langsung," tuturnya.


Sementara itu, Kanit Ekonomi Khusus Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Reno Chandra mengatakan pemanggilan terhadap Rachim hanya sebatas klarifikasi terkait postingannya.


"Bukan pemeriksaan cuman yang bersangkutan diminta klarifikasi saja," jelas Reno saat dihubungi, Rabu (10/11).


Selain itu, Reno menyebut pemanggilan Rachim bukan karena ada laporan masyarakat. 


"Nggak ada yang melapor, ini hasil patroli yang mendapati cuitan di medsos yang viral," terangnya.


Diketahui, Presiden BEM Unmul, Abdul Muhmammad Rachim, dipanggil penyidik Polresta Samarinda terkait postingan Instagram BEM Unmul, @bemkmunmul .


Seruan aksi dari BEM Unmul tersebut diposting pada Selasa (2/11). Pada hari tersebut, Ma'ruf juga dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Samarinda.


Dalam postingan tersebut, terdapat foto Ma'ruf Amin dan pada bagian bawahnya terdapat kalimat 'Kaltim Berduka Patung Istana Merdeka Datang ke Samarinda'.


Postingan tersebut dianggap mengandung dugaan pencemaran nama baik. Postingan itu lalu dilaporkan ke Polresta Samarinda.


Polisi menyelidiki kasus tersebut. Polisi mengirim surat panggilan klarifikasi kepada Presiden BEM Unmul pada Senin (8/11) kemarin. [Democrazy/dtk]