-->

Breaking

logo

Senin, 29 November 2021

Di Samping Gibran, Habib Novel Kenang Jokowi: Bikin Solo Bersalawat, Dekat dengan Umat Islam

Di Samping Gibran, Habib Novel Kenang Jokowi: Bikin Solo Bersalawat, Dekat dengan Umat Islam

Di Samping Gibran, Habib Novel Kenang Jokowi: Bikin Solo Bersalawat, Dekat dengan Umat Islam

DEMOCRAZY.ID - Beberapa waktu lalu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendatangi Pondok Ar-Raudhah Solo. 


Di sana, ia menemui Habib Novel bin Muhammad Alaydrus.


Saat duduk di samping Gibran, Habib Novel mengenang aksi Jokowi, yang saat itu masih menjadi Wali Kota solo, dalam membuat Solo Bersalawat pada 2009 silam.


"Banyak orang gak tahu kalau Pak Jokowi sejak tahun 2009 sangat dekat dengan umat Islam dan beliaulah bersama ulama pada saat itu dan tidak ekspose, menjadikan Balai Kota Solo menjadi tempat bersalawat dan jalanan di Kota Solo di sepanjang jalam utama, orang-orang berjalan bersalawat," papar Habib Novel.


Tak berselang lama mengenang kejadian itu, Novel pun langsung meminta Gibran menjadikan Solo sebagai Kota Bersholawat dan Kota Santri.


"Mas Gibran saya ingatkan bahwa bapaknya dulu membuat Solo bersalawat, MasyaAllah ini anaknya saya kasih usulan, siapa tahu di tangan beliau ada tambahan Solo Kota Sholawat dan Kota Santri," ujar Habib Novel dalam konten Youtube-nya, Senin (29/11/2021).


Menanggapi itu, Gibran mengaku akan mengagendakan kegiatan-kegiatan keagamaan lagi saat kondisi sudah memungkinkan.


"Tenang saja, semua sudah rindu untuk melaksanakan event keagamaan seperti ini," katanya.


"Iya nanti disamakan saja, tapi sekali lagi kita kan masih di tengah pandemi. Kegiatan masih sangat terbatas dan dilakukan secara hybrid," jelasnya.


Adapun soal kehadirannya menemui Novel di acara Santri Weekend, Gibran mengaku kalau dirinya dan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memang mendukung kegiatan keagamaan.


"Santri Weekend ini pertama kali diadakan setelah pandemi. Kita dukung penuh, kita juga lhat di dalam kegiatannya juga menaati protokol kesehatan (prokes) ketat," jelasnya lagi. [Democrazy/era]